<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>ini sampahku...</title>
	<link>http://blogsampah.blogsome.com</link>
	<description>...mana sampahmu</description>
	<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 13:10:03 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>blog mati suri?</title>
		<link>http://blogsampah.blogsome.com/2008/07/26/blog-mati-suri/</link>
		<comments>http://blogsampah.blogsome.com/2008/07/26/blog-mati-suri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 13:10:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henz</dc:creator>
		
	<category>curhat</category>
		<guid>http://blogsampah.blogsome.com/2008/07/26/blog-mati-suri/</guid>
		<description><![CDATA[	*lirik posting terakhir blog ini*
	Pertama-tama, terima kasih buat yang sudah meninggalkan komentar dan belum sempat saya respon balik. Ternyata banyak banget   
	Dan saya juga ingin minta maaf untuk yang bertanya atau minta dikirimin langkah-langkah prakarya&#8230; bukannya saya nyuek&#8217;in, tapi saya udah lama banget nggak ngecek-ngecek blog   payah ya? kok ya bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>*lirik <em>posting</em> terakhir blog ini*</p>
	<p>Pertama-tama, terima kasih buat yang sudah meninggalkan komentar dan belum sempat saya respon balik. Ternyata banyak banget <img src='http://blogsampah.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  </p>
	<p>Dan saya juga ingin minta maaf untuk yang bertanya atau minta dikirimin langkah-langkah prakarya&#8230; bukannya saya nyuek&#8217;in, tapi saya udah lama banget nggak ngecek-ngecek blog <img src='http://blogsampah.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  payah ya? kok ya bisa sampe lupa kalau ada blog ini. </p>
	<p>&nbsp;Saya janji akan membalas email-email secepatnya dan mengirimkan info mengenai prakarya selengkap mungkin. Akan saya lakukan selama dua-tiga hari ke depan ini.</p>
	<p>Sekali lagi, mohon maaf&#8230; Nggak maksud untuk nyuekin. Bukan juga karena saya tidak ingin berbagi ilmu. Malah sebaliknya, saya pengen banget berbagi apa yang sudah saya dapatkan selama ini. Mungkin nggak banyak, dan masih banyak kekurangannya <img src='http://blogsampah.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> &nbsp;</p>
	<p>Sebenarnya ada banyak hal baru, pengalaman baru yang saya dapatkan. Saya juga ingin berbagi cerita teman-teman baru saya, yang sangat berdedikasi dan sangat inspiratif kalau sudah bicara tentang sampah. Benar-benar mereka pahlawan lingkungan hidup.</p>
	<p>Mulai bulan Agustus saya berharap bisa berbagi lebih sering lagi (apalagi catatan terakhir blog ini, hampir 2 bulan yang lalu ya?) *bersemu*</p>
	<p>Dan sementara saya berberes-beres <em>draft</em> catatan yang tersimpan di komputer saya, saya minta tolong supaya teman-teman jangan cape-capenya untuk mengkoreksi, atau berbagi pengalamandi blog ini. <img src='http://blogsampah.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Dan kalau saya ada salah tulis atau salah informasi, mohon koreksinya yaaaa&#8230; <img src='http://blogsampah.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> &nbsp;</p>
	<p>Terima kasih! <img src='http://blogsampah.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> &nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsampah.blogsome.com/2008/07/26/blog-mati-suri/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>5 Juni: Hari Lingkungan Hidup</title>
		<link>http://blogsampah.blogsome.com/2008/06/05/74/</link>
		<comments>http://blogsampah.blogsome.com/2008/06/05/74/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 03:40:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henz</dc:creator>
		
	<category>berita</category>
		<guid>http://blogsampah.blogsome.com/2008/06/05/74/</guid>
		<description><![CDATA[	Semoga laen kali, setiap hari juga bisa jadi hari lingkungan hidup ya. Masa&#8217; hidupnya cuma sehari abis itu hibernasi lagi?

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Semoga laen kali, setiap hari juga bisa jadi hari lingkungan hidup ya. Masa&#8217; hidupnya cuma sehari abis itu hibernasi lagi?
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsampah.blogsome.com/2008/06/05/74/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Kurangi Sampah Sejak Dini</title>
		<link>http://blogsampah.blogsome.com/2008/05/24/kurangi-sampah-sejak-dini/</link>
		<comments>http://blogsampah.blogsome.com/2008/05/24/kurangi-sampah-sejak-dini/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 03:31:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henz</dc:creator>
		
	<category>praktek</category>
	<category>sharing</category>
		<guid>http://blogsampah.blogsome.com/2008/05/24/kurangi-sampah-sejak-dini/</guid>
		<description><![CDATA[	Ah jadi inget, waktu Green Festival kemarin, saya sempet bicara panjang lebar sama seorang ibu (lupa&nbsp;dari negara&nbsp;mana) dengan dua anak cowok yang imyut-imyut. Salah satu dari sekian banyak topik yang sempet diomongin itu adalah tentang membiasakan anak untuk 3R+1R itu. Nggak cuma di rumah, tapi juga di sekolah (melalui guru dan prakarsa kelompok orang tua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Ah jadi inget, waktu Green Festival kemarin, saya sempet bicara panjang lebar sama seorang ibu (lupa&nbsp;dari negara&nbsp;mana) dengan dua anak cowok yang imyut-imyut. Salah satu dari sekian banyak topik yang sempet diomongin itu adalah tentang membiasakan anak untuk 3R+1R itu. Nggak cuma di rumah, tapi juga di sekolah (melalui guru dan prakarsa kelompok orang tua murid), anak-anak dibiasakan untuk melakukan praktek 3R+1R ini.</p>
	<p>Misalnya:<br />Sekolahnya kedua anak itu sudah mengharuskan semua anak didik membawa peralatan makan (kotak makan, sendok, garpu, sumpit, dll yang bukan sekali pakai) dan botol minum sendiri dari rumah. Syukur-syukur kalau di dalam kotak makanannya juga sudah ada makanan yang dibawa sendiri dari rumah (para orang tua juga diberikan buklet gizi dan resep-resep mudah, bergizi dan nikmat dari sekolah sebagai anjuran). </p>
	<p>Penjaja di kantin atau di luar gerbang sekolah sudah diminta kerjasamanya untuk mewanti-wanti anak didik untuk menggunakan wadah sendiri ketika &quot;jajan&quot;.</p>
	<p>Sekolah juga mendukung program penghematan kertas, misalnya: untuk lanjut terus menggunakan buku tulis yang masih berhalaman sisa, walau sudah naik kelas. Atau menganjurkan orang tua untuk membeli kertas tulis saja yang kemudian dilubangi dan dimasukkan ke dalam file (kalau loose leaf kemahalan, bisa kertas tulis biasa saja). Hal ini mengurangi mubazir halaman sisa, dan juga masih banyak buku tulis yang &quot;cover&quot;nya terbuat dari bahan yang tidak mudah terdaur ulang secara organik.</p>
	<p>Saat ini, sekolah itu sedang memulai kerjasama dengan salah satu alumni sekolah itu, untuk daur ulang kertas. Para murid diajak untuk mengumpulkan kertas bekas untuk kemudian didaur ulang menjadi kertas tulis baru. Kertas ini kemudian akan dijual di koperasi sekolah itu dengan harga yang terjangkau. </p>
	<p>Penghematan listrik juga dilakukan dengan cara belajar di luar ketika cuaca cerah. Di bawah rerimbunan pohon dan &quot;saung kecil&quot;, terik matahari juga tidak terlalu terasa. Di sekolah, anak-anak juga belajar memilah sampah, menggunakan kembali sampah mereka untuk pelajaran kerajinan tangan, membuat kompos dan menanam bibit untuk pelajaran IPA. &nbsp;</p>
	<p>Masih banyak lagi hal-hal menarik yang saya dengar, tapi kok ya lupa ya? *jeduk-jeduk kepala ke tembok* nanti saya tambahin lagi kalau ingat <img src='http://blogsampah.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
	<p>Bagaimana dengan Anda? Sharing dooong&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsampah.blogsome.com/2008/05/24/kurangi-sampah-sejak-dini/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Dufan dan Pembentukan Perilaku</title>
		<link>http://blogsampah.blogsome.com/2008/05/19/dufan-dan-pembentukan-perilaku/</link>
		<comments>http://blogsampah.blogsome.com/2008/05/19/dufan-dan-pembentukan-perilaku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 04:20:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henz</dc:creator>
		
	<category>curhat</category>
		<guid>http://blogsampah.blogsome.com/2008/05/19/dufan-dan-pembentukan-perilaku/</guid>
		<description><![CDATA[	Kemarin, saya pergi ke Dufan bersama teman saya. Terakhir saya ke Dufan itu kapan, ya? Mungkin pas jaman-jamannya saya masih SMP gitu (udah lama ya?)
	Ternyata sekarang Dufan bersih banget, ya? Tong sampah pun banyak dan mudah ditemukan. Satu hal lagi yang bikin saya tercengang itu adalah kepatuhan orang-orang untuk merokok hanya di kawasan merokok. Jarang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Kemarin, saya pergi ke Dufan bersama teman saya. Terakhir saya ke Dufan itu kapan, ya? Mungkin pas jaman-jamannya saya masih SMP gitu (udah lama ya?)</p>
	<p>Ternyata sekarang Dufan bersih banget, ya? Tong sampah pun banyak dan mudah ditemukan. Satu hal lagi yang bikin saya tercengang itu adalah kepatuhan orang-orang untuk merokok hanya di kawasan merokok. Jarang banget saya melihat ada yang merokok di daerah umum. </p>
	<p>Bahkan, selama saya di sana, banyak juga kata-kata &quot;Pak, Bu, jangan buang sampah di sini,&quot; baik dari para petugas kebersihan maupun dari sesama pengunjung yang mengingatkan pengunjung lainnya. Teman saya dan saya juga sempat berteori: mungkin karena lingkungannya bersih, yang lain juga jadi segan mau buang sampah sembarangan, atau karena tidak ada yang merokok jadi segan mau merokok di luar area yang sudah ditunjuk. Apalagi dengan tong sampah yang mudah terlihat di mana saja. Malu dong, sama yang lain, ya?</p>
	<p>Tidak lama berselang setelah teori itu disampaikan, saya memperhatikan ada seorang bapak yang celingukan hendak menyalakan rokok. Tapi setelah melihat tidak ada yang merokok di sekelilingnya, dia pun tidak jadi menyalakan rokoknya. </p>
	<p>Lalu ada lagi seorang cewek (mungkin rada ABG gitu, dengan dandanan yang oke juga), yang dengan ragu meninggalkan bungkus bekas makanan ringan di atas kursi yang tadi dia dudukin. Tapi belum juga beranjak dua langkah, dia balik dengan terburu-buru, mengambil bungkus itu, lalu menaruhnya di dalam tempat sampah yang memang nggak jauh dari tempat dia duduk tadi. </p>
	<p>Jadi mungkin memang begitu, ya? Pengaruh lingkungan membentuk perilaku. Kalau ketemu tempat yang bersih, mau nyampah juga kagok dan malu. Tapi kalo ketemu tempat yang jorok, ya hayuk aja. </p>
	<p>P.S: nggak! aku nggak dibayar sama Dufan kok. Malah bayar Dufan.<br />P.P.S: semoga bersihnya nggak cuma pas kemaren doang, tapi sekarang dan selama-lamanya. <br />P.P.P.S: mungkin lain kali aku datang, tong sampahnya nggak cuma satu jenis, tapi sudah untuk sampah terpilah. *berharap* hehehe.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsampah.blogsome.com/2008/05/19/dufan-dan-pembentukan-perilaku/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Yagitudeh: Baterai, si Habis Terang Terbitlah Gelap</title>
		<link>http://blogsampah.blogsome.com/2008/05/05/yagitudeh-baterai-si-habis-terang-terbitlah-gelap/</link>
		<comments>http://blogsampah.blogsome.com/2008/05/05/yagitudeh-baterai-si-habis-terang-terbitlah-gelap/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 07:53:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henz</dc:creator>
		
	<category>teori</category>
	<category>faq</category>
		<guid>http://blogsampah.blogsome.com/2008/05/05/yagitudeh-baterai-si-habis-terang-terbitlah-gelap/</guid>
		<description><![CDATA[	Ini juga jadi pertanyaan banyak orang. Baterai&nbsp;(batu&nbsp;baterai,&nbsp;atau&nbsp;kalo&nbsp;di&nbsp;bule&nbsp;dikenal&nbsp;sebagai&nbsp;dry-cell batteries) itu habis dipake lalu dibuang, kan ya? Apakah bisa di daur ulang? Apakah semua orang bisa mendaur ulang baterai? Apalagi yang namanya batu baterai itu kan bahan berbahaya dan beracun. Salah-salah, bukannya untung malah buntung.  
	Tapi, kalau dibuang begitu saja bersama dengan sampah, lalu berakhir di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Ini juga jadi pertanyaan banyak orang. Baterai&nbsp;(batu&nbsp;baterai,&nbsp;atau&nbsp;kalo&nbsp;di&nbsp;bule&nbsp;dikenal&nbsp;sebagai&nbsp;<em>dry-cell batteries</em>) itu habis dipake lalu dibuang, kan ya? Apakah bisa di daur ulang? Apakah semua orang bisa mendaur ulang baterai? Apalagi yang namanya batu baterai itu kan bahan berbahaya dan beracun. Salah-salah, bukannya untung malah buntung.  </p>
	<p>Tapi, kalau dibuang begitu saja bersama dengan sampah, lalu berakhir di tempat pembuangan akhir, atau malah dibakar&#8230; hmmm&#8230; kayaknya nggak sehat banget, ya?  </p>
	<p>Di luar negeri, yang namanya baterai itu bisa dikembalikan ke pembuatnya (manufacturer) ketika sudah selesai dipake. Satu RT/RW bisa mengumpulkan di wadah terpisah, dan nanti bareng-bareng dikembalikan ke si pembuat. Atau, orang-perseorangan bisa ke toko-toko swalayan, toko-toko elektronik, atau toko-toko lain yang menyediakan tempat pengumpulan baterai bekas pakai.   Selain itu, perusahaan-perusahaan pembuat baterai juga mendirikan beberapa <em>recycling depot</em>&nbsp;di daerah-daerah/kota-kota tertentu.</p>
	<p>Lalu, di Indonesia sendiri bagaimana?&nbsp;Kayaknya belum ada, ya? Menurut salah satu koran ibu kota, banyak perusahaan dan toko yang sebenernya tau, tapi cuek karena di Indonesia belum ada peraturan yang mengharuskan mereka untuk melakukan tindakan proaktif untuk mengumpulkan dan mendaur-ulang baterai-baterai yang imut-imut tapi berbahaya ini (ya, kalau cabe rawit juga imut dan pedes, tapi ga bahaya).</p>
	<p>Jadi,  bisa nggak kita mengembalikan batu baterai bekas ke si pabriknya?&nbsp;Ini&nbsp;sih&nbsp;saya&nbsp;belum&nbsp;tau.&nbsp;Tapi lucu juga kali ya, kalau satu RT saja mengumpulkan batu baterai bekasnya lalu dikembalikan ke pabrik baterai itu? Ada yang udah coba?</p>
	<p>Cara-cara yang mudah adalah:
<ol>
<li><strong>Ingat-ingat&#8230; </strong>apakah masih ada baterai nganggur di rumah. Kadang-kadang kita kan suka lupa, &quot;masih ada nggak ya, baterai di rumah?&quot; Malah kalau terlalu banyak baterai, akhirnya mubazir.</li>
	<li><strong>Simpan dengan rapi dan terpisah&#8230; </strong>untuk membantu mengingat apakah kita masih punya stok baterai atau tidak, simpan batu baterai baru dengan rapi, di tempat yang terpisah. Kalau ayahku di rumah punya kotak khusus untuk batu baterai stok serumah. Kalau tercecer malah akhirnya baterainya suka nyelip, hilang, dan nanti waktu sudah ditemukan malah sudah <em>benyenyeh </em>dan karatan.</li>
	<li><strong>Beli baterai yang lebih ramah lingkungan. </strong>Kadang-kadang ada lho baterai yang kandungan bahan berbahaya atau merkurinya lebih tinggi daripada baterai lainnya. Lagian, kata temen&nbsp;yang&nbsp;kerja&nbsp;di&nbsp;lab, merkuri ini kan bisa menyebabkan kemandulan dan masalah-masalah kesehatan lainnya.</li>
	<li><strong>Engkol, matahari, dan sumber energi lainnya&#8230; </strong>Kalau mau, pilih barang-barang yang tidak butuh baterai, atau ada sumber tenaga alternatif (misalnya kalkulator yang&nbsp;bisa&nbsp;nyala&nbsp;pake tenaga cahaya itu lho).</li>
	<li><strong>Gunakan <em>rechargeable battery</em></strong><strong>. </strong>Ya jadi nggak sekali pakai terus buang. Ya itung-itung sembari nunggu pemerintah mengeluarkan peraturan perbateraian. Omong-omong&#8230; baterai yang bisa disetrum ulang juga <em><u>belum tentu ramah lingkungan</u></em>,  karena selain untuk nyetrum mereka juga butuh tenaga (listrik!), mereka juga mengandung bahan-bahan beracun dan berbahaya. Jadiii&#8230; kalau baterainya udah nggak mau distrum lagi, ya harus dibuang dengan hati-hati juga, jangan sampai malah meracuni lingkungan. </li>
</ol>
<strong>Gunakan baterai sampai titik darah penghabisan!</strong><br />Selain itu, pastikan kita benar-benar menggunakan baterai sampai <em>puol pol pol</em>; karena setiap volt baterai itu berharga, lho. Misalnya, baterai bekas alat pemutar musik,&nbsp;tustel&nbsp;eh&nbsp;kamera&nbsp;digital atau mungkin cukuran kumis, masih bisa dimasukkan ke dalam&nbsp;<em>remote </em>televisi atau AC (walau mungkin <em>range-</em>nya nggak bisa dari jauuuuh, tapi masih bisa kok).&nbsp;</p>
	<p>Temenku menghemat baterai dengan berbagai cara. Ada yang <strong>dijemur</strong>, ada juga yang <strong>dimasukin ke kulkas</strong>. Entah deh nih, apa berhasil atau nggak. Terus, dengan dimasukin ke kulkas nggak tau juga deh dampaknya ke makanan-makanan yang ada di dalem kulkas.</p>
	<p><strong>Mari Merakit <em>Joule Thief</em></strong><br /> Atau, simpan baterai yang kamu kira sudah mati. Karena sebenernya mereka belum mati!&nbsp;Kebanyakan alat-alat elektronik berbaterai butuh minimal 1.5 - 3V untuk menyala (misalnya LED biru atau putih). Di bawah itu, mereka menyatakan baterainya sudah soak, sudah mati, sudah tidak ada gunanya. Tapi berarti, di dalam baterai itu masih ada sekitar 1.5V yang nganggur begitu saja. </p>
	<p>Nah, kalau ada iseng, buat saja sebuah <a href="http://www.google.com/search?q=joule+thief" target="_blank">joule thief</a>, dengan kata lain, senter kecil yang bercahaya lumayan tapi hanya perlu daya rendah. Dia akan tetep menggunakan daya baterai yang tinggal sedikit itu (&plusmn;1V), sampai hanya 0.3V saja yang tersisa (lama hidup: sekitar 3 hari sampai 1 minggu). </p>
	<p>Jadi, lumayan lah baterai-baterai yang udah &quot;nggak guna&quot; itu bisa disimpan untuk saat-saat di mana PLN lagi ngambek dan matiin lampu rumah. </p>
	<p>Saya sih lagi mau nyoba bikin, minggu ini. Entah deh berhasil atau nggak, berhubung saya ga mahir begini-beginian. Tapi temenku bikin sih berhasil. (Ya iya lah, dia kan pinter, masa&#8217; ya iya dong?)</p>
	<p>Yuk!</p>
	<p><u>Tautan lainnya</u>:<br />- &quot;<a href="http://www.thejakartapost.com/news/2008/05/03/wasted-opportunity-manage-etrash.html" target="_blank">Wasted Opportunity to manage e-trash</a>&quot;, Jakarta Post,&nbsp;03&nbsp;May&nbsp;2008 <br />- Cara membuat <em>joule thief</em>. (<a href="http://blogsampah.blogsome.com/wp-admin/blog.makezine.com/archive/ 2007/11/make_a_joule_thief_weeken_1.html" target="_blank">blog.makezine.com</a>) (<a href="http://blogsampah.blogsome.com/wp-admin/www.emanator.demon.co.uk/bigclive/joule.htm" target="_blank">emanator.co.uk</a>) (<a href="http://blogsampah.blogsome.com/wp-admin/ www.ledsales.com.au/kits/joule_thief.pdf" target="_blank">ledsales.com.au</a>)
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsampah.blogsome.com/2008/05/05/yagitudeh-baterai-si-habis-terang-terbitlah-gelap/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
