4 hari libur, ngapain aja?

25.03.2008
kategori: prakarya, kertas, plastik

"Libur panjang…. Beresin kamar!" begitulah pesan emak. Emang sih aku agak selebor soal menyimpan barang di kamar, nggak rapi, asal dilempar ke pojok yang masih kosong. Tapi, dengan ngeberesin dan memilah-milah, keliatan juga yang bisa ‘dikaryain’ dan mana yang… mesti diserahkan ke ahli daur ulang atau pak pemulung.

Jadi, di sela-sela leha-leha, beresin kamar, tugas jaga ronda (baca: Lembur Ceria), dan insomnia, jadilah beberapa benda hasil ‘iseng’:

Pembatas buku
Bahannya: potongan majalah, benang dan jarum jahit, pita atau tali yang ‘diselamatkan’ dari kartu undangan nikahannya orang, dan 2 buah plastik tebal sisa kemasan kapas muka (maklum kita khan cheweq).
Waktu membuat: kira-kira sejam-an lebih dikit lah dari awal sampe akhir (itu juga sambil nonton pelem :D ). Lagian lamanya ada di nyusun-nyusun gambarnya dan milih benang yang mau dipake, sama masukin benang ke jarum (saya kan buta benang).

pembatas buku

Gelang dari botol
Alatnya: cutter dan gunting (gunting yang biasa beli di toko buku aja; tapi guntingnya harus yang baru, jangan yang udah pernah dipake untuk gunting kertas; aturan mainnya sama seperti "gunting kain jangan dipake untuk gunting kertas"); jarum jahit besar (untuk ngebolongin)
Bahannya: botol bekas shampo, lotion, sabun cair, dst dsb lah; pokoknya botol; dan kenur elastis.
Waktu yang dihabiskan: hampir alias ga sampe satu jam buat motong dan bolongin; sekitar 20an menit untuk nyambungin semuanya (kadang-kadang lebih cepet, tergantung mood).

gelang dari botol

Gantungan kunci, bandul kalung, anting-anting, magnet kulkas
Alat: cutter dan gunting (aturannya sama dengan yang di atas). jarum jahit besar; kalau mau pake lem atau selotip dua sisi boleh, nggak juga nggak apa-apa.
Bahan: botol; tube bekas sabun cuci muka, lotion dll; benang dan jarum jahit; magnet/gantungan/dll; benang kenur (boleh yang elastis boleh juga yang nggak).
Waktu: stengah jam dari awal sampe akhir. harusnya teorinya sih stengah jam, tapi saya nggak pinter ngiket benang kenur, jadi agak lama sedikit.

dari botol juga



Habis minum, botolnya jangan dibuang, ya…

10.03.2008
kategori: prakarya, plastik

Waktu itu, mungkin promosi kali ya. Yang pasti di kantor tiba-tiba kedapetan satu dus air mineral botolan. Dan seharian itu aku jadi sering banget ngomong, "Jangan dibuang ya, dikasih ke aku…" Soalnya, ternyata bagian bawah botolnya cocok banget buat dijadiin wadah barang-barang kebutuhan kantorku.

Akhirnya banyak juga yang terkumpul. Dengan menggunakan cutter dan amplas biar sisa potongannya nggak tajam. Cring! Jadilah wadah. Sekarang si wadah ex-botol ini duduk manis di atas meja kantorku dan beberapa meja kantor lainnya.

dijadikan wadah

Di rumah aku pakai juga (tapi dari botol minuman penambah mineral tubuh yang warna biru itu lho (yang bunyi mereknya berima dengan "jojon"). Tapi di rumah aku pakai untuk menyimpan jepit rambut, cincin, dan pernik-pernik kecewekan lainnya.



Baju astronot sang pecandu kafein

18.02.2008
kategori: prakarya, plastik

Ini dia cerita temenku yang doyan ngopi, yang teman-temannya juga doyan ngopi, yang di kantornya di manja dengan persediaan kafein. Ini juga cerita tentang seorang perancang iseng yang lagi cari bahan iseng. Kalau keduanya sudah bertemu, hasilnya lucu-lucu.

Setelah sachet kopi dan krimer dibersihkan, mereka kemudian dijahit yang satu dengan yang lainnya sehingga menjadi sebuah "kain", ukurannya mungkin 1x1 meter, mungkin juga kurang dari itu (hehehe, aku nggak bawa mistar sih, cuma kira-kira aja). Habis itu dipotong sesuai pola, lalu dijahit, diberi furing, dibalik, dan dirapikan. Jadi deh.

Lalu oleh temanku ini dipakai, terutama kalau lagi numpang motor teman yang sukanya jalan ngebut. Lumayan lah bisa menahan terpaan angin. Dan ternyata nggak gerah-gerah banget kok. Tapi sekarang, baju "astronot" ini lebih sering nggak dipake, lebih sering dibawa pameran dan roadshow.

Ini dia fotonya. (Katanya kalo dipajang gitu mirip hantu, padahal nggak, ya?)

baju astronot

Dapet bonus foto model. Namanya Timur, anak SMA Santa Ursula, BSD.



Satu Bulan Berprakarya

29.08.2007
kategori: prakarya, kertas, kain, plastik

Bersamaan dengan dimulainya proyek pembuatan pupuk kompos dengan metode Takakura (yang sekarang sudah mendapat panggilan sayang: "Tacchan"), dimulai pula proyek prakarya dari bahan ’sampah’.Walau kecil-kecil dan masih buruk rupa, setidaknya sudah bisa jadi semacam contoh untuk diperbaiki dan lebih dipoles lagi.

 

Tujuan mendaur ulang bahan-bahan anorganik ini adalah untuk "memperpanjang" usia suatu benda. Memberikan waktu agar tempat pembuangan sampah tidak cepat penuh. Yang namanya manusia kan memang membutuhkan benda-benda untuk hidup, jadi nggak mungkin melarang kita untuk nggak nyampah sama sekali. Tapi kita bisa mengurangi jumlah sampah dan memperpanjang jarak antara pembuangan sampah yang satu dengan yang selanjutnya. Dan rasanya puas juga kan, kalau sudah berkarya dan menggunakan karya sendiri?

Semua bahan-bahan yang digunakan benar-benar sisa, misalnya brosur atau selebaran yang sudah dibuang orang, majalah bekas (yang kadang-kadang nemu tergeletak begitu saja di atas bangku di ruang umum), bungkus teh kotak atau minuman kotak lainnya, bungkus permen, kopi instan, indomie, dll, kain perca potongan kaus (biasanya disebut majun), bekas contoh warna cat, kardus bekas (kalau tidak layak untuk dijadikan kotak kompos (misalnya sudah banyak lubang, atau terlalu ringkih), bekas undangan pernikahan (biasanya bahan yang digunakan untuk undangan kan bagus-bagus nih, seperti kertas kalkir, kertas glossy, dll), bekas tabung obat, dan bekas strip obat tablet/kapsul (yang sering disebut blister pack).

(more…)