Komposkan Dia! Bagian Enam
Sebelumnya: Prolog, Bagian 1, Bagian 2, Bagian 3, Bagian 4, Bagian 5
Sampai juga di bagian terakhir, kayaknya. Yang terakhir ini tentang yang mentah-mentah, juga tentang hal-hal yang merupakan "hasil metabolisme makhluk hidup". Jadiiiiii… mungkin posting-an yang satu ini harus diberi apa tanda peringatan, mungkin kalo seperti filem-filem Hollywood: diberi rating. Dan rating-nya adalah R (Restricted) — yang dengan bantuan Wikipedia — artinya: menampilkan unsur-unsur yang jijik. Jadi kalau lagi makan, atau nggak tahan sama yang jijik-jijik, jangan klik bagian 6B yah. Jangan. JANGAN! Ojo! Don’t! Nehi! Pokoknya jangan, daripada nanti pada mual, sakit perut atau apa gitu.
BAGIAN 6A: DAGING MENTAH
Pada dasarnya daging itu mengandung protein yang banyak, dan protein itu ya bagus untuk tumbuhan.
Jadi,seharusnya sih daging bagus sebagai bahan kompos. Apalagi daging ikan. Yang namanya ikan, seperti kata ibu biologi, adalah sumber protein dan zat-zat bagus yang kaya. Tapi… ada tapinya nih. Mengolah daging mentah hingga kemudian jadi kompos ternyata sulit.
Protein artinya bisa busuk dan bau. Protein artinya bisa mengundang belatung dan banyak lagi mikroorganisme yang tidak diinginkan. Busuk, bau, belatungan. 3B yang membuat tetangga-tetangga kita bisa jadi musuhan dengan kita. Jadi… banyak hal yang harus diperhatikan, banyak hal yang harus dilakukan. Tapi kalau dilakukan dengan benar, tumbuhan di kebun kita akan berterima kasih banget, dan akan bahagia.
Hanya boleh bila:
- Melakukan pengomposan dengan wadah yang tertutup rapat.
- Harus serta wajib diaduk setiap hari.
- Dan, kalau mau "aman" sih, dilakukan terpisah dari kotak kompos utama. Hanya setelah kompos hewani ini "matang" atau "hampir matang" baru boleh dicampur ke kotak kompos utama. Tujuannya ya itu, mengurangi kegagalan, bau, dan ancaman belatung dan lain sebagainya.
Gunakan aktivator yang lebih banyak daripada takaran normal untuk membantu mempercepat pembusukan. Gunakan deodoran untuk mengurangi bau. Deodoran ada yang berupa kimia misalnya "Deodoran Sampuk" atau deodoran alami misalnya daun pandan atau bangsa jeruk-jerukan (jeruk, sitrus, lemon, limo, dll). Bangsa jeruk juga bisa membantu mengontrol belatung, karena belatung dan cacing nggak suka dengan d-limonene yang diproduksi oleh bangsa jeruk ini.
BAGIAN 6B: HASIL METABOLISME MAKHLUK HIDUP
Sekali lagi nih, jangan ngeklik di sini kalau nggak kuat, nggak tahan sama yang jijik-jijik, atau sedang makan. Nanti kalo mual, sakit perut, pening, atau jadi jijik, saya nggak tanggung lho ya.