Komposkan Dia! Bagian Enam

30.11.2007
kategori: faq, daftar

Sebelumnya: Prolog, Bagian 1, Bagian 2, Bagian 3, Bagian 4, Bagian 5

Sampai juga di bagian terakhir, kayaknya. Yang terakhir ini tentang yang mentah-mentah, juga tentang hal-hal yang merupakan "hasil metabolisme makhluk hidup". Jadiiiiii… mungkin posting-an yang satu ini harus diberi apa tanda peringatan, mungkin kalo seperti filem-filem Hollywood: diberi rating. Dan rating-nya adalah R (Restricted) — yang dengan bantuan Wikipedia — artinya: menampilkan unsur-unsur yang jijik. Jadi kalau lagi makan, atau nggak tahan sama yang jijik-jijik, jangan klik bagian 6B yah. Jangan. JANGAN! Ojo! Don’t! Nehi! Pokoknya jangan, daripada nanti pada mual, sakit perut atau apa gitu.  

BAGIAN 6A: DAGING MENTAH
Pada dasarnya daging itu mengandung protein yang banyak, dan protein itu ya bagus untuk tumbuhan. 

Jadi,seharusnya sih daging bagus sebagai bahan kompos. Apalagi daging ikan. Yang namanya ikan, seperti kata ibu biologi, adalah sumber protein dan zat-zat bagus yang kaya. Tapi… ada tapinya nih. Mengolah daging mentah hingga kemudian jadi kompos ternyata sulit.

Protein artinya bisa busuk dan bau. Protein artinya bisa mengundang belatung dan banyak lagi mikroorganisme yang tidak diinginkan. Busuk, bau, belatungan. 3B yang membuat tetangga-tetangga kita bisa jadi musuhan dengan kita. Jadi… banyak hal yang harus diperhatikan, banyak hal yang harus dilakukan. Tapi kalau dilakukan dengan benar, tumbuhan di kebun kita akan berterima kasih banget, dan akan bahagia.

Hanya boleh bila:

  1. Melakukan pengomposan dengan wadah yang tertutup rapat.
  2. Harus serta wajib diaduk setiap hari.
  3. Dan, kalau mau "aman" sih, dilakukan terpisah dari kotak kompos utama. Hanya setelah kompos hewani ini "matang" atau "hampir matang" baru boleh dicampur ke kotak kompos utama. Tujuannya ya itu, mengurangi kegagalan, bau, dan ancaman belatung dan lain sebagainya.
Tulang, cangkang dan exoskeleton (misalnya cangkang kerang atau kepiting, kulit udang), itu lamaaaa sekali terurainya. Mungkin bisa didaur ulang jadi hiasan, atau kalau tidak mau atau bingung gimana cara mendaur ulangnya, mungkin terpaksa juga dibuang.

Gunakan aktivator yang lebih banyak daripada takaran normal untuk membantu mempercepat pembusukan. Gunakan deodoran untuk mengurangi bau. Deodoran ada yang berupa kimia misalnya "Deodoran Sampuk" atau deodoran alami misalnya daun pandan atau bangsa jeruk-jerukan (jeruk, sitrus, lemon, limo, dll). Bangsa jeruk juga bisa membantu mengontrol belatung, karena belatung dan cacing nggak suka dengan d-limonene yang diproduksi oleh bangsa jeruk ini.

BAGIAN 6B: HASIL METABOLISME MAKHLUK HIDUP
Sekali lagi nih, jangan ngeklik di sini kalau nggak kuat, nggak tahan sama yang jijik-jijik, atau sedang makan. Nanti kalo mual, sakit perut, pening, atau jadi jijik, saya nggak tanggung lho ya.

(more…)



Komposkan Dia! Bagian Lima

25.11.2007
kategori: faq, daftar

Sebelumnya: Prolog, Bagian 1, Bagian 2, Bagian 3, Bagian 4

Banyak benda-benda di sekitar kita yang dapat dimasukkan ke dalam kotak kompos, termasuk juga kertas. Tapi kertas pun harus dipilah-pilah, karena tidak semuanya dapat dikomposkan, dan tidak dalam jumlah banyak. Jadi mungkin, kalau mempunyai persediaan kertas yang terlalu banyak, kertas itu bisa didaur-ulang di tempat-tempat pendaurulangan kertas.  

BAGIAN 5: BENDA-BENDA DI SEKITAR KITA

(more…)



Komposkan Dia! Bagian Empat

22.11.2007
kategori: faq, daftar

Sebelumnya: Prolog, Bagian 1, Bagian 2, Bagian 3

Sekarang keluar ke taman dan kebun. Kebanyakan dari isi kebun bisa masuk ke dalam wadah pengomposan. Tapi tentunya ada beberapa jenis tanaman dan benda-benda yang nggak boleh masuk dong. Ada beberapa jenis rumput, misalnya, yang nggak mati-mati (die hard?), dan yang kalau dimasukin ke dalam wadah pengomposan malah semakin getol tumbuhnya.

Coba ya kita lihat satu-satu.

Bagian 4: Dari Kebun dan Taman
(more…)



Komposkan Dia! Bagian Tiga

17.11.2007
kategori: faq, daftar

Sebelumnya: Prolog, Bagian 1, Bagian 2

Sekarang tentang sayur mayur. Kebanyakan sayuran juga bisa diurai menjadi kompos. Tentu saja, harus tetap memperhatikan keseimbangan nutrisi kompos (antara asam, basa, nitrogen, karbon, dll). Dan ada beberapa seperti kentang atau jamur yang perlu perhatian khusus. Tapi nggak banyak kok. Dan nggak susah. Hehehe.

BAGIAN 3: SAYUR MAYUR
(more…)



Komposkan Dia! Bagian Dua

16.11.2007
kategori: faq, daftar

Sebelumnya: Prolog, Bagian 1

Sekarang kita membahas bahan-bahan mentah. Di bagian kedua ini, kita ngobrol soal buah-buahan. Pada dasarnya semua jenis buah-buahan bisa dikomposkan. Cuma ada beberapa buah (umumnya jeruk dan saudara-saudaranya) yang butuh perhatian khusus. Adakah yang punya pengalaman dengan mengomposkan buah dan mau dibagikan? Silakan tinggalin komentar ya!

BAGIAN 2: BUAH-BUAHAN
(more…)





«« catatan lama •