Yagitudeh: Bergadang dengan kopi, berkebun dengan kopi
Sepertinya udah lama banget yah, saya membuat blog ini jadi blog yang terbengkalai. Salah satunya karena sibuk, salah satunya karena saya yang terlalu sering "tar-sok-tar-sok" (artinya entar, besok, entar, besok) — ditunda-tunda. Akhirnya sehari jadi seminggu jadi sebulan. Em… tapi…
Sibuk antara pekerjaan kantor, tugas negara, pekerjaan sampingan, akhirnya berbuah menjadi banyak kopi juga. Ampas kopi yang menggunung karena ternyata saya sudah tidak bisa lagi bergadang tanpa kopi (dulu masih bisa, minum air saja, sekarang udah tua kali ya?). Sekarang kopi dan teh jadi teman setia. Berlayar dengan Kapal Api, berburu Singa, minum kopi dari Bali, Bengkulu, Bandung… semua dilakukan dari sebuah ruang kecil di Jakarta.
Apa yang bisa dilakukan dengan kopi yang banyak itu? Sebenarnya saya mulai mengetahui kalau bubuk kopi itu baik untuk berkebun sejak beberapa bulan yang lalu, tapi belum sempat (males sih sebenernya) untuk praktek dan ngumpulin (memang, kebiasaan buruk buang-buang masih sering juga).
Jadi apa saja yang bisa dilakukan dengan kopi?
Kopi, sumber nitrogen yang baik
Menjaga keseimbangan antara karbon dan nitrogen dalam sebuah kompos adalah wajib. Kebanyakan dari sampah organik adalah sumber karbon, dan kadang-kadang kalau kurang nitrogen komposnya malah lama jadinya. Terlalu banyak nitrogen juga tidak baik sih, karena akhirnya "komposnya" akan mati. Tapi dengan dosis yang baik, nitrogen membantu membuat kebun bahagia.
Salah satu sumber nitrogen yang baik… kopi!
Langsung ke kebun
Kandungan nitrogen pada lapisan tanah kebun dapat hilang apabila terlalu sering diairi (baik itu karena disiram atau hujan). Menaburkan sedikit lapisan ampas kopi sebelum menyiram atau sebelum hujan (yah ini mungkin harus rajin-rajin liat ramalan cuaca) membantu menjaga kandungan nitrogen. Takarannya mungkin sekitar 45g untuk 1m².
Kalau takut kebanyakan (kebanyakan nitrogen bisa membuat tanah terlalu asam, nggak bagus juga ya?) campur dengan bahan karbon (misalnya sisa daun yang dihancurkan, dll).
Atau, ambil sedikit ampas kopi dan larutkan dalam air supaya bisa menjadi (sumplemen) pupuk cair juga. Takarannya kurang lebih 10 gram untuk 1 liter air, kocok. Kalau airnya terlalu panas atau terlalu dingin biarkan dulu sehingga mencapai suhu ruang. Semprotkan seperti biasa.
Gunakan untuk dasar pot-pot bunga untuk menghalau berbagai jenis serangga/hewan menyebalkan
Masukkan ke dalam kotak kompos
Selain membuat kotak kompos menjadi agak "wangi kopi", kopi atau teh bisa membantu menyumbang nitrogen ke dalam kotak kompos. Hati-hati tapinya, jangan sampai nitrogennya kebanyakan. Untuk belajar lebih jauh mengenai rasio karbon dan nitrogen yang baik, bisa coba klik di sini.
Tautan lain:
- Coffee and Gardening @ Sustainable Enterprises
- Grounds for Gardening @ Purdue University
- Artikel-artikel mengenai nitrogen dan karbon
- Rasio C:N @ Composting 101