Yagitudeh: Bau?

22.04.2008
kategori: teori, praktek, faq, kompos

Daging, sea food, dan sejenisnya… bagus untuk dikomposkan, sebab kandungan nutrisinya banyak (proteinnya bagus buat pohon lho). Tapi… bau. Belum busuk aja udah bau. Selain itu masih banyak lagi yang menyebabkan wadah kompos mengeluarkan bau-bau yang nggak asik banget. Ini ada semacam check-list yang mungkin bisa membantu menanggulangi bau barang sedikit.

Sampah dapurku ada daging, sea food, dan eksoskeleton udang (kepala, cangkang, dll), atau sejenisnya.
Sampah-sampah jenis ini, sebelum dicacah, bisa direbus barang sebentar. Air rebusannya juga nggak usah banyak kok. Asal rebus sedikit, siram dengan air dingin, tiriskan, cacah. Habis itu masukkan deh ke dalam wadah kompos dan perlakukan seperti layaknya sampah dapur lainnya (aduk dengan bioaktivator, starter, atau sejenisnya).

Masih bau juga?

Asal baunya nggak parah banget sih… ya itu wajarlah. Kalau pake metode takakura sih harusnya nggak bau-bau amat karena baunya terserap oleh aktivator (pupuk kompos jadi). Kalau pake mini-composter mungkin iya. Kalau masih dalam batas normal, oke lah.

Untuk bau dan keadaan normal, gunakan "pewangi" alam seperti daun suji, daun pandan, atau kulit jeruk. Tapi, kalau sudah tidak normal lagi…

Baunya udah masuk Kategori Ya Ampun Amit-amit!
Periksa apakah tumpukan komposnya terlalu basah/berair.
Kalau terlalu basah atau berair, memang akhirnya membuat bau yang tidak enak ini keluar. Belum lagi nanti blenyeh dan berlendir. 

Kalau yang seperti ini kayaknya tidak bisa deh pake daun wangi atau kulit jeruk. Karena ini masalah air yang harus diserap atau dikeluarkan. Gunakan media kaya karbon untuk menyerap kelebihan air ini. Kalau sudah terserap, baunya bisa berkurang. Di toko tumbuhan banyak dijual "deodoran kompos" bahannya ya karbon aktif (mirip bubuk arang gitu). Dia yang akan menyerap kelebihan air ini.  

Selain itu si deodoran ini juga ada bahan aktif penetralisir bau (tapi tentu aja mungkin nggak 100%). Selanjutnya, penggunaan deodoran ini bisa dicampurkan sekam bakar, serbuk gergaji atau serutan kayu.

Ini sejauh yang saya tau. Ada resep jitu menangkal bau lainnya? Sharing dooong.



1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://blogsampah.blogsome.com/2008/04/22/yagitudeh-bau/trackback/

  1. klo pake reksona manjur ngga, jeng?

    *kabuur*

    Pake reksona yang ukuran super mini dong? Hihihi.

    Comment by acha — 28.04.2008 @ 5:36 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.