18-20 April 2008: Green Festival

21.04.2008
kategori: curhat, berita

Pestipal Hejo. Hihihi. Jadi teringat salah satu dari sekian banyak tebak-tebakan di panggung utama di Green Festival. "3R+1R, R yang terakhir itu apa?" Ada yang jawab "Reflant" tapi disalahin, karena harusnya nyunda dikit alias "Replant". Gara-gara beda ep-na panta sama ep-na pespa, jadi nggak dapet sepeda gunung deh.

Omong-omong… Green Festival… Apa ya? Ide baik juga, "Aksiku untuk Bumi" slogannya. Seberapa pedulinya sih sama bumi? Seberapa pedulinya sama isi bumi itu?

Buat yang nggak sempet ke Green Festival, atau yang lupa-lupa inget, bisa liat infonya di sini.

Beberapa organisasi yang ikut meramaikan: GHBS (Gropesh, hehe, ada sayanya lho); DML (stand tetangga, kampanye plastik bio-degradeable dari singkong); Swiss Contact (stand tetangga satu lagi, kampanye daur ulang mulai dari tas bungkus kopi sampai dengan lampu dari filter oli… keren bok!); Pelangi (wah, saya akhirnya ga sempet foto-foto) dan Green Lifestyle (halo!); WWF (si panda imut); CIFOR (tanam pohon! anak-anak, mari belajar mengenal dan menanam!); Lamintu (Pak Slamet dengan kawan-kawannya yang "walau lansia, kami kreatif lho!"); LIPI; Budidaya Gaharu (pertamanya saya kira jualan isi wirok, ternyata bukan ya?); Bike to Work; dan masih banyak lagi yang saya lupa namanya, tapi saya tau.

Ramah Lingkungan, Ramah pada Semua Orang
Pertama kali aku menginjakkan kaki di Parkir Timur Senayan, yang paling berasa adalah panitia-panitia yang ramah dan lumayan suka membantu. Ketika kami bertiga kewalahan untuk nurunin barang, ada panitia yang malah pontang-panting membantu kami. Ada juga yang membantu kami mencarikan meja tambahan untuk stand. Ada juga yang membantu kami untuk menyiapkan tempat bermain untuk anak-anak (sekaligus memberikan waktu tambahan). Terima kasih!

Juga, saya terkesan atas kebaikan "penghuni" stand-stand tetangga. Mulai dari yang dengan setengah bercanda bilang saya pelit (Yaaa gimana dong, emang pinnya nggak bisa digratisin… kalo pin-na gratis, terus kita jualan apa dong?), sampai dengan Pak Slamet dari Lamintu yang dengan baik hati memberikan beberapa tips yang okeh punya seputar olah-mengolah barang bekas. Bener-bener baik banget dan nggak pelit saran. *terkesima*

Belum lagi penjaga Stand F&B yang sering saya "kerjain". Maap yah, saya kalo stress jadi suka "mamamia" sendiri. Tapi mereka juga dengan sabar melayani guyon-guyon, dan tidak marah walau saya "omel" karena memasukkan tumpukan piring kertas ke dalam tong sampah berlabel organik (akhirnya lain kali jadi malah membuang di tong yang benar… *seneng*).

Gagal atau Berhasil?
"Jadi, setelah tiga hari penuh, dari pagi sampe malem, dari Jumat sampe Minggu, apa pendapat kamu? Apa Green Fest dianggap berhasil?" Ada seseorang yang bertanya pada saya.

Wah… berhasil apa nggak ya? Tergantung sih… mungkin bisa dianggap berhasil, kalau melihat antusiasme pengunjung yang mampir ke stand dan tanya ini-itu, dan berbagi cerita ini itu. Mulai dari antusiasme dan janji untuk belajar bikin kompos, atau bikin mainan dan pernak-pernik daur ulang bersama dengan anak-anaknya… sampai dengan mereka yang ngerti kenapa stand kami nggak menyediakan kantung plastik.

Haru juga pas ada salah satu anak yang datang ke stand kami untuk belajar membuat prakarya daur ulang nyeletuk begini: "Kakak, aku tadi belajar menanam pohon. Sekarang aku sudah punya terarium. Aku mau coba yang kecil dulu. Nanti aku mau punya rumah yang banyak pohonnya!" Atau yang mengantongi sampah bungkus permen atau kue karena tidak mau nyampah sembarangan. Atau ada juga yang dengan bangganya menyatakan bahwa ia sudah berhasil panen kompos perdana. Wah, semoga sukses, ya!

Dari aku sendiri… wah! Hari ini suara bener-bener habis. Mulut belom mingkem selama tiga hari dari jam 10 pagi hari jumat sampe jam 10 malam di hari minggu… Tapi seru banget. Mulai dari ngadain lomba memilah sampah di Kids’ Zone sampai dengan pelajaran origami dengan kertas majalah dan kemasan plastik… Pokoknya ketrampilan dengan 100% barang bekas yang murah, menyenangkan, dan syukur-syukur bisa bermanfaat. Apalagi ngeliatin adik-adik yang sangat antusias sekali. Orang tuanya juga nggak kalah antusias. Bahkan ada yang mau nyuruh kami ke Klaten! Wah! Jawuh!

Eh, tapi bener sih, kami ngasih pelatihan gratis, bahkan kalau perlu yang namanya transportasi juga kami tanggung sendiri. Bayarannya? Menularkan antusiasme dan rasa cinta lingkungan kepada yang lainnya. Itu lebih bikin puas, kan? Yah, walaupun kalo ada yang mau nyawerin ya… boleh juga. Tapi… intinya bukan itu. Yang penting, semakin banyak yang "tergugah" untuk mengolah sampah mereka, walau dalam skala kecil sekalipun… semakin bagus dan semakin terbayar usaha teman-teman ini.

Kadang-kadang kalau sedang keliling, saya juga sering mendengar celetukan-celetukan "Ternyata ya… Wah! Harus mulai berhemat, memperhatikan produk yang dibeli, bla bla bli bli…" Sepertinya memang sedikit banyak meninggalkan bekas. Semoga terus menerus bisa dihayati, dipraktekan, dan ditularkan.

Tapi, seperti berita-berita yang sempet saya baca hari ini, dan seperti yang saya lihat sendiri, ada beberapa hal yang mebuat Green Festival kayaknya nggak berhasil 100%. Misalnya, yang paling banyak diberitakan adalah: sampah yang berserakan di mana-mana. Sempet terdengar dari mulut salah satu pengunjung yang prihatin: "Wah… payah. Ini kan pameran cinta lingkungan hidup, tapi kok ya nyampah bisa dengan seenaknya gitu?"

Ada lagi pertanyaan pengunjung kepada saya ketika saya berada di Kids’ Zone, "Mbak, kira-kira AC yang dipakai di tenda-tenda di sini itu ramah lingkungan tidak, ya?"

Dan, saya sempat kaget pada hari minggu (entah kalau hari-hari lain) ketika saya lihat bahwa ternyata banyak lampu-lampu penerangan luar ruangan yang menyala di siang-siang bolong.

Tapi, saya kira, Green Festival juga banyak segi positifnya. Dan kalau bisa menjadi batu loncatan awal untuk bumi yang lebih baik… ya kenapa tidak? Untuk mengubah kebiasaan dan habitus itu kan nggak semudah membalikkan telapak tangan, tapi sesedikit apa pun usaha yang dilakukan, pastinya berguna banget, kan?

Kata seorang pengunjung dari Belanda yang saya temui, "Yah, tomorrow will be better," dia bilang.

Amiiiin.  



4 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://blogsampah.blogsome.com/2008/04/21/18-20-april-2008-green-festival/trackback/

  1. Gara2 Green Fest saya pulang bawa komposter dan hari minggu itu langsung memerintahkan seisi rumah untuk memilah sampah, organik dan non organik. Pagi ini sebagian udah saya masukkan ke komposter. Mudah2an berhasil. Oleh2 Green Fest yang lain, saya jadi semangat untuk ngingetin seisi rumah untuk matiin lampu, tv jangan di posisi stand by dsbnya dsbnya. Untuk saya Green Fest sangat2 bermanfaat, membuka mata dan hati untuk lebih sayang ke bumi tercinta. Sayangnya sulit sekali untuk dapat brosur mengenai apa saja yang harus dilakukan untuk membuat bumi lebih sehat; sebetulnya udah di display di seluruh wilayah Green Fest, sayangnya saya ga bisa nyalin; pertama buang waktu, banyak orang, di-dorong2 gimana mau nulis. Kalau kapan-kapan saya minta tolong ngasih pelatihan di lingkungan saya bisa??? Gimana caranya??? Terima kasih sebelumnya

    Yth Mbak Enny, Wah, syukurlah acara Green Fest kemarin memberikan bekal positif untuk Mbak Enny sekeluarga :D Mengenai pelatihan, tentu saya mau lho :D Oh iya, saya juga sempat menjapri Mbak Enny, semoga infonya membantu. Selamat hari bumi!

    Comment by enny — 22.04.2008 @ 9:20 am

  2. Wah rugi saya gak bisa hadir di Green Fest..padahal dah jauh2 hari sudah mo ngajak keluarga..Saya ingin sekali mbak atau yang lain dapat memberikan pelatihan di lingkungan saya. Bagaimana caranya mbak..? Tolong balasannya di japri ya mbak terima kasih

    Hai Pak Indra, trims lho sudah mampir.
    Saya sudah japri informasinya, semoga membantu ya, Pak…

    Comment by Indra Gunawan — 28.04.2008 @ 2:07 am

  3. Mbak, aku Citra dari Duri (Riau). Tertarik banget nih sama pengolahan sampah terutama sampah plastik. Pengennya bikin tas dari plastik bekas kemasan refill kebutuhan rumah tangga. Biar orang2 nggak lagi belanja pake kresek. Aku bisa berguru langsung ke mbak? Japri aja ya mbak untuk segala infonya. Thanks..

    Comment by Citra — 5.06.2008 @ 1:18 pm

  4. hallo…
    waduh seneng banget nemu blog ini.
    kebeneran kita tim KKN UGM, tema program KKN kita pengelolaan sampah. Boleh ya kita tiru beberapa keterampilan disini buat diajarin ke masyarakat disana. oh, ya mau tanya2 nih …gimana yah pendekatan ke masyarakat dan tukang sampah disana, supaya mereka punya kesadaran untuk milah sampah di rumah…

    thanks yah

    Comment by tim KKN — 17.07.2008 @ 6:42 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.