Saya nggak perlu kantong, Mbak

1.04.2008
kategori: curhat

Jam makan siang, saya pergi ke toko buku untuk membeli penggaris dan buku cerita. Saya membawa dua lembar uang sepuluh ribuan, satu lembar lima puluh libuan, dan beberapa keping uang lima ratusan. Hitung uang kembalian yang saya terima.

Hahahahaha… Jadi inget soal dalam buku Cerdas Tangkas! *jadi deja vu* Buku itu sekarang ke mana, ya? Kayaknya udah nggak dipake untuk sekolah lagi deh.

Tapi, ini sih bukan cerita soal itu deh. Ini cerita tentang kantong plastik. Saya beli buku ceritanya dulu. Setelah membayar kasirnya secara otomatis tuh kan ngeluarin plastik, tapi saya bilang, "Mbak, nggak usah diplastikin." Dan bukunya langsung saya masukin ke dalam tas. Mbaknya cuma tersenyum dan bilang, "Oh ya udah." Sambil plastiknya diberesin lagi dan diletakkan lagi di bawah mesin kassa.

Lalu, ke tempat alat tulis (di toko ini yang namanya bagian alat tulis sama bagian buku tuh terpisah gitu, bayarnya juga misah). Abis milih-milih penggaris dan ngantri sebentar, akhirnya aku ketemu hadap-hadapan sama Mbak kasirnya. Dia juga sama, setelah memberi kembalian, mulai membuka plastik untuk membungkus penggaris.

Dan aku mengulang lagi kalimat yang tadi aku omongkan ke koleganya, "Mbak, nggak usah diplastikin," sambil penggarisnya aku masukkan ke dalam tas. Belum selesai menutup ritsleting temenku SMS, "Hen, titip rautan yang diputer itu, yang gede. Yang di kantor rusak nih! Urgent yah!" Alhasil balik lagi dan terbirit-birit nyari rautan putar itu. Lah mana jam makan siang udah mau abis lagi.

Balik lagi, senyum-senyum lagi sama si Mbak (kayaknya sekali lagi mondar-mandir kasir bisa dapet piring cantik nih). Dan dia dengan otomatis ngeluarin plastik lagi, dan untuk ketiga kalinya aku bilang, "Mbak, nggak usah diplastikin."

"Beneran nih, Mbak?" Mbak Kasirnya bertanya, sambil menyodorkan plastik itu ke aku.

"Bener… Nggak perlu kok." Sambil menggeser-geser isi tas supaya rautan yang bentuknya lumayan gede itu muat. Untungnya nggak ada yang lagi ngantri di belakang aku, kalo nggak pasti aku udah dimarahin karena memperlambat antrian nih.

"Wah," kata Mbak Kasir itu. "Mbak salah satu orang yang lagi kena tren global warming itu, ya?" Katanya sambil merapikan plastik yang tertolak itu.

"Nggak juga sih," aku jawab. "Cuma emang plastik di rumah udah banyak banget. Nggak ada abis-abisnya."

Mungkin aku terlihat seperti orang yang lagi kena tren, ya? Yang lagi kumat, dan kumatnya cuma kalau lagi sedang tren. Memang, tahun ini sedang "tren" global warming. Yang dilihat sinis oleh orang-orang memang itu: nanti kalo trennya udah nggak ngetren lagi, terus gimana dong? Apa terus kembali ke tabiat asal?

Ini dulu pernah juga aku tulis deh di salah satu catatan di blog ini juga. Salah satu hal yang bikin aku "bangga" (ciyeh, "sombong mah," kata temenku) adalah aku ternyata udah praktek sayang-sayang bumi dari sejak lama (paling nggak sejak kuliah lah). Tapi itu lebih kepada "sayang dompet, pelit, dan gaya hidup mahasiswa"). Tapi aku harap aku bisa terus-menerus memperhatikan bumi dan melakukan dengan "sadar" dan penuh tanggung jawab.

Tapi, gimana cara meyakinkan orang bahwa yang aku lakukan ini nggak cuma sekadar tren aja ya?



2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://blogsampah.blogsome.com/2008/04/01/67/trackback/

  1. Kalo soal plastik walopun global warming dah nggak ngetrend, kita tetap bisa pake plastik yang ramah lingkungan yang terbuat dari singkong, aku nemuin di web [DML]

    Comment by Yance — 22.04.2008 @ 11:12 am

  2. wah kalo mm di ingon. ada plastik dari singkong bagus sih tapi..harg asingkong ntar jd mahal
    Aku pernah beli parfum di slh satu stan prod import, plastiknya dari tapioka (bener or ga aku ga tau juga)
    di kantong tsb bertuliskan (dlm english)
    “Tas ini terbuat dari tapioka, gunakan sampai rusak sebelum dibuang”

    Comment by Fany — 19.07.2008 @ 4:03 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.