Saya nggak perlu kantong, Mbak
kategori: curhat
Jam makan siang, saya pergi ke toko buku untuk membeli penggaris dan buku cerita. Saya membawa dua lembar uang sepuluh ribuan, satu lembar lima puluh libuan, dan beberapa keping uang lima ratusan. Hitung uang kembalian yang saya terima.
Hahahahaha… Jadi inget soal dalam buku Cerdas Tangkas! *jadi deja vu* Buku itu sekarang ke mana, ya? Kayaknya udah nggak dipake untuk sekolah lagi deh.
Tapi, ini sih bukan cerita soal itu deh. Ini cerita tentang kantong plastik. Saya beli buku ceritanya dulu. Setelah membayar kasirnya secara otomatis tuh kan ngeluarin plastik, tapi saya bilang, "Mbak, nggak usah diplastikin." Dan bukunya langsung saya masukin ke dalam tas. Mbaknya cuma tersenyum dan bilang, "Oh ya udah." Sambil plastiknya diberesin lagi dan diletakkan lagi di bawah mesin kassa.
Lalu, ke tempat alat tulis (di toko ini yang namanya bagian alat tulis sama bagian buku tuh terpisah gitu, bayarnya juga misah). Abis milih-milih penggaris dan ngantri sebentar, akhirnya aku ketemu hadap-hadapan sama Mbak kasirnya. Dia juga sama, setelah memberi kembalian, mulai membuka plastik untuk membungkus penggaris.
Dan aku mengulang lagi kalimat yang tadi aku omongkan ke koleganya, "Mbak, nggak usah diplastikin," sambil penggarisnya aku masukkan ke dalam tas. Belum selesai menutup ritsleting temenku SMS, "Hen, titip rautan yang diputer itu, yang gede. Yang di kantor rusak nih! Urgent yah!" Alhasil balik lagi dan terbirit-birit nyari rautan putar itu. Lah mana jam makan siang udah mau abis lagi.
Balik lagi, senyum-senyum lagi sama si Mbak (kayaknya sekali lagi mondar-mandir kasir bisa dapet piring cantik nih). Dan dia dengan otomatis ngeluarin plastik lagi, dan untuk ketiga kalinya aku bilang, "Mbak, nggak usah diplastikin."
"Beneran nih, Mbak?" Mbak Kasirnya bertanya, sambil menyodorkan plastik itu ke aku.
"Bener… Nggak perlu kok." Sambil menggeser-geser isi tas supaya rautan yang bentuknya lumayan gede itu muat. Untungnya nggak ada yang lagi ngantri di belakang aku, kalo nggak pasti aku udah dimarahin karena memperlambat antrian nih.
"Wah," kata Mbak Kasir itu. "Mbak salah satu orang yang lagi kena tren global warming itu, ya?" Katanya sambil merapikan plastik yang tertolak itu.
"Nggak juga sih," aku jawab. "Cuma emang plastik di rumah udah banyak banget. Nggak ada abis-abisnya."
Mungkin aku terlihat seperti orang yang lagi kena tren, ya? Yang lagi kumat, dan kumatnya cuma kalau lagi sedang tren. Memang, tahun ini sedang "tren" global warming. Yang dilihat sinis oleh orang-orang memang itu: nanti kalo trennya udah nggak ngetren lagi, terus gimana dong? Apa terus kembali ke tabiat asal?
Ini dulu pernah juga aku tulis deh di salah satu catatan di blog ini juga. Salah satu hal yang bikin aku "bangga" (ciyeh, "sombong mah," kata temenku) adalah aku ternyata udah praktek sayang-sayang bumi dari sejak lama (paling nggak sejak kuliah lah). Tapi itu lebih kepada "sayang dompet, pelit, dan gaya hidup mahasiswa"). Tapi aku harap aku bisa terus-menerus memperhatikan bumi dan melakukan dengan "sadar" dan penuh tanggung jawab.
Tapi, gimana cara meyakinkan orang bahwa yang aku lakukan ini nggak cuma sekadar tren aja ya?
Kalo soal plastik walopun global warming dah nggak ngetrend, kita tetap bisa pake plastik yang ramah lingkungan yang terbuat dari singkong, aku nemuin di web [DML]
Comment by Yance — 22.04.2008 @ 11:12 am
wah kalo mm di ingon. ada plastik dari singkong bagus sih tapi..harg asingkong ntar jd mahal
Aku pernah beli parfum di slh satu stan prod import, plastiknya dari tapioka (bener or ga aku ga tau juga)
di kantong tsb bertuliskan (dlm english)
“Tas ini terbuat dari tapioka, gunakan sampai rusak sebelum dibuang”
Comment by Fany — 19.07.2008 @ 4:03 am
gue setuju ne ama gerakan “NO plastic bag” kalo di Eropa semisal italy-jerman. orang malah mesti beli kantong plastiknya sendiri. makanya buat hemat mereka bawa sendiri kantong/tas dari rumah.
kapan ya Indonesia kayak gitu, kan bisa reduce jumlah sampah plastik di bumi Indo ini.
Comment by apink — 3.02.2009 @ 10:40 am
Hmm. Saia juga selalu begitu sejak tahun 2009 ini, kalau ke Gramedia selalu menolak kantong plastik.
Tapi jujur, saia bukannya mau ikut tren. Tapi entah dimana katanya Bali bakal tenggelam kalau global warming terus menggila. Gila! Tinggal dimana entar kalau saia udah tua?
Ckckckck. Masa global warming jadi tren?
Comment by Diah Pastikarini — 1.03.2009 @ 12:39 pm
kemana mana aq slalu ngantongin tas plastik jinjing yang dilipet-lipet mpe kecil so klo belanja ga perlu pake kresek. klo di rumah lagi rajin, tas itu aq bersihin n dijemur
Comment by via — 28.05.2009 @ 6:27 am
Bagus tuh, saya juga sudah praktekkan dari dulu, hal yang simple tapi punya dampak gede kan?
Comment by chaidir R — 8.03.2010 @ 2:45 am
Gw housewife nih… suka sebel kalo belanja. Gak dipasar, di toko, di mall bahkan di tukang sayur yg lewat depan rumah skg semua serba diplastikin. Kalo ke toko yg jauh dr rumah sll diusahain bawa tas kain yg bisa dilipet tp muat banyak. Kalo beli makanan mending bawa tempatnya langsung. Cuek modal utama ngadepin kasir reseh. Untuk si tukang sayur, disamping pintu tiap pagi aku siapin kranjang bekas parcel lebaran. Genit jg.. tp mending drpada serba krosak kresek… Gw lepasin belanjaan dr plastiknya selagi bisa.. n tukang sayur lama2 paham…
Comment by wulan haris — 23.03.2010 @ 7:34 am
This forum ndeeed shaking up and you’ve just done that. Great post!
Comment by Dell — 5.08.2011 @ 1:18 am
f0zuKy toegtwtrgiqy
Comment by dudzfwfnjkr — 5.08.2011 @ 8:05 am
lNsrVU , [url=http://jflobdopxiqb.com/]jflobdopxiqb[/url], [link=http://fefdxjovtlhb.com/]fefdxjovtlhb[/link], http://isjjjcrvexkx.com/
Comment by bpahkgofmtu — 6.08.2011 @ 9:24 am
O103ta zcpclgcmbmwf
Comment by jeehwup — 6.08.2011 @ 4:49 pm
lQxVFD , [url=http://agbqlrfpnywy.com/]agbqlrfpnywy[/url], [link=http://adnckqmuvbdv.com/]adnckqmuvbdv[/link], http://njvfwhgvolvw.com/
Comment by onsqszz — 10.08.2011 @ 6:00 pm
Adidas F50
Comment by Adidas F50 — 1.09.2011 @ 9:40 am
Wow!I really loved reading your blog. It was very well written and simple to understand. Unlike additional blogs I have read.
Comment by Microsoft Office — 11.11.2011 @ 2:16 am
I will keep your new article. I really enjoyed reading this post, thanks for sharing.
Comment by Microsoft Office — 23.12.2011 @ 4:03 am
iya,,,aku juga gitu. Kayaknya sayang,,,,beli 1 gelintir aja ditas-in juga. Pernah tu,,,gara2 nolak tas (di book fair),,,malah dikirain ga bayar,,,,(duh,,,,piye sih,,). Ga pa-pa deh,,,,demi save our earth,,,,,,
Comment by sri hartutik — 19.01.2012 @ 9:10 am
Wise man have their mouths in their hearts, fools have their hearts in their mouths.
Comment by Christian Louboutin Outlet — 21.01.2012 @ 12:45 am
First, it attracted me the most is its practicality and its convenience. Second, it’s personalized design fascinated me. Finally, I must mention is its economy. I believe it will have a very good development prospects.
Comment by coach outlet online — 21.01.2012 @ 12:47 am
xiao yan http://www.nikesoccercleatstore.com Nike Mercurial
Comment by Nike Mercurial — 18.02.2012 @ 1:40 am
Designers justify the prices they charge for a pair of shoes, which can literally run into thousands of dollars, by pointing to the quality of their goods - as well as the feel good factor that owning a pair of designer shoes can give to a woman. Christian Louboutin women’s
Comment by Christian Louboutin Sale — 25.02.2012 @ 12:17 am