21 Maret: Hari Hening Sedunia, Napak Tilas Lingkungan Hidup
kategori: berita
Bagi umat katolik seluruh dunia, tanggal 21 Maret 2008 adalah Hari Jumat Agung, hari mengenang wafatnya Yesus Kristus, Isa Almasih. Teman-teman dari PMKAJ (Pastoral Mahasiswa Keuskupan Agung Jakarta), seperti tahun-tahun sebelumnya, mengadakan napak tilas. Memang yang namanya napak tilas ini juga sebenarnya bagian dari tradisi Kamis Putih/Jumat Agung, di mana umat katolik mengadakan seperti ziarah-mini ke berbagai gereja. Napak tilas ini digunakan untuk koreksi diri, untuk merenung, dan syukur-syukur bisa melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi banyak orang. (Mengenai tradisi napak tilas, mungkin bisa dilihat di sini).
Tahun ini, mereka mengambil tema "Pedulikah kita pada lingkungan hidup?" yang juga merupakan tema Aksi Puasa Pembangunan KAJ. Yang terjauh, mereka berjalan dari kampus UI Depok, mengunjungi berbagai perhentian (seperti gereja-gereja dan tempat-tempat "mahasiswa") hingga akhirnya ke UNIKA Atma Jaya dan kemudian Katedral Jakarta. Rombongan lain ada juga yang berangkat dari Trisakti, dan dari beberapa universitas lainnya.
Sepanjang perjalanan, ada doa bersama, ada juga kampanye kecil (seperti ngumpulin sampah, mengajak orang-orang untuk mengurangi "produksi" sampah, dll). Ternyata, dari UI Depok sampai ke Unika Atma Jaya aja udah terkumpul lebih dari 10 karung besar sampah (belom lagi sampah yang dikantongin sama anak-anak itu)! Dan itu baru sekelumit kecil jalan yang ada di Jakarta yang luas ini.
"Peduli lingkungan hidup adalah wujud nyata dari kasih," kata mereka. Dan walaupun capek napak tilas dari Depok ke Jakarta Pusat, semuanya senang dan bahagia, walaupun diiringi teriakan "Jangan pegang-pegang kaki gue doooong! Sakit nih!" Ada juga yang bilang, "Aku pulang dulu, mau tewas dulu sampe nanti sore." Tapi, hikmah yang didapat dari perjalanan itu kayaknya nggak bakal dilupain.
"Apakah elu bakal nyampah lagi, nanti kalau misalnya peduli lingkungan ini udah nggak ngetren lagi?"
"Setiap kali gue kepikiran mau nyampah sembarangan, pasti akan teringat sama penderitaan napak tilas jalan 8 jam ini dan beban karung sampah yang mesti gue gotong."
Hari Hening Sedunia
Siangnya, saya bertemu dengan seorang wartawan dari sebuah media penyiaran. Intinya sih, mbak wartawan ini mengeluhkan kalau yang namanya Hari Hening Sedunia kurang disosialisasikan. Alhasil,
masih banyak orang yang nggak tau tentang Hari Hening Sedunia ini.
Nggak pake listrik selama 4 jam? Mampu nggak? Apa lagi banyak banget dari benda-benda kita sekarang ini yang tergantung sama listrik, bahan bakar, atau paling nggak ada hubungannya dengan listrik atau sumber daya yang seperti itu. 4 jam nggak melakukan kegiatan yang nggak menghasilkan sampah? Bagaimana pula itu?
Nah waktu Hari Hening Sedunia itu, kamu ngapain?
Indra Ardiansyah +6285640084730
Comment by KeSEMaT — 25.03.2008 @ 4:53 pm