Sampah Setinggi Gunung, Sedalam Lautan…
kategori: curhat
Belakangan ini lagi rame soal banjir, dan kalau ada banjir pasti ada yang ngomel-ngomel soal sampah. Sampah nggak cuma menggunung di TPA (yang sampe longsor nimpa orang), tapi juga sampah yang menggumpal di dalam got, saluran air, dan di tong sampah. Tambah lagi ini itu, akhirnya banjir deh.
Sejak kapan hari, selama awal tahun ini entah berapa banyak SMS yang masuk dari teman memberi laporan terkini mengenai banjir di daerah mereka. Ada juga yang kirim e-mail berikut foto bukti banjir yang sampai sematakaki, selutut, sepinggul, sedada, sejidat, seubun-ubun.
Kemarin sempat ketemu dengan beberapa teman dan pembicaraannya masih juga seputar banjir, dan tanpa aba-aba sampai juga ngebahas tentang sampah. Biasanya sih aku nggak pernah ngeblog curhat/gosip atau cerita/ngegosip panjang-panjang di blog ini… tapi karena masih "dalem topik"… hihihi… *nyeleneh*
Ternyata, nggak cuma sampah aja yang menggunung. Di gunung pun banyak sampah. Nggak usah jauh-jauh ke luar negeri. Waktu aku ke Curug Cilember dulu, aku kan pernah cerita ya, tentang gimana salah satu sisi tebing dijadikan tempat buang sampah oleh para turis. Mulai dari sampah A sampai sampah Z kayaknya ada di dalam jurang itu.
Tapi yang aku nggak habis pikir, di Everest juga ada sampah. Malah banyak banget. Pertama aku nggak nyangka. Maksudnya, yang ke Everest kan nggak banyak. Berapa banyak sih yang bisa naek ke Everest, berapa banyak sih bawaan yang bisa dipanggul naek sampe Everest (wong saya ke Curug Cilember aja cuma berani bawa sedikit di tas punggung, biar nggak pingsan di tengah jalan). Tapi, ternyata di Everest ada sampah sampai berpuluh-puluh ton. Malah saking parahnya masalah sampah di sana, sampai ada denda 4000 dolar Amerika untuk yang buang sampah sembarangan di Everest. Woh!
Di dasar laut terdalam pun juga ada sampah. Ini sih saya tau, kan banyak kapal yang woro-wiri lewat laut. Pasti ada lah yang iseng buang bungkus permen, atau apalah ke dalam laut. Walaupun yang namanya bumi juga nyampah ke laut (misalnya ikan mati di sungai dibawa sampai ke laut oleh aliran sungai), tapi 80% dari sampah di laut (yang berbahaya bagi lingkungan, atau dengan kata lain, seharusnya nggak boleh ada di sana) itu hasil ’sumbangan’ manusia. Mulai dari sampah dapur sampai sampah radioaktif, ngumpul semua. Kasian Nemo.
Di langit juga banyak. Katanya, dulu astronot abis makan, nggak buang sampah ke tong sampah, tapi buangnya ke luar angkasa. Mulai dari sikat gigi bekas sampe mantan pesawat ulang alik bisa ditemukan di orbit. Mungkin kalo dipikir-pikir berguna juga ya, untuk menghalangi serangan alien dari luar angkasa. Belom sempet masuk ke dalam bumi, udah kena hantem kantong plastik hitam penuh sampah ketoprak dan gado-gado (misalnya aja ada astronot bule yang doyan gado-gado). Bahkan ada beberapa sampah raksasa (mantan satelit) yang ‘copot’ dari orbitnya dan hampir nabrak pesawat penumpang Airbus dari Amerika Latin yang lagi lewat.
Lalu, moral op de setori-nya apa? Hihihi, nggak tau sih. Cuma, memang ternyata ‘nyampah’ itu udah salah satu sifat manusia, ya? Tapi bukan berarti nggak bisa dikurangi atau ditanggulangi sih. *Pede*
Berita-berita terkait:
Sampah di Everest (berita Guardian.co.uk)
Sampah di lautan (tautan dari People’s Trust)
Sampah di luar angkasa (berita USA Today, berita Times, tautan Wikipedia)
lam kenal nih, aq baru buka blog ini n emang bener koq km bilang, sampah tuh ada dimana2(kyak judul setan ada dimana-mana aja)tpi bukan juga kaum awam aja loh yang buang sampah..masih banyak kok orang2 yang berpendidikan juga buang sampah,kira2 itu karena apa yah?bisa saja karena memang jumlah tempat sampah qt yang g banyak, emang sih belum bisa nyamain swiss yang pengolahan sampahnya keren banget..lagipula qt belum bisa bgtu..masih banyak masalah krusial yang harus diselesaikan bangsa ini…tpi masa kita mo terus bergantung sama pemerintah..semua bisa berubah klo kita punya niat, komitmen dan komunitas walaupun kecil2an. like this:sampah yang kita punya, n g nemuin tempat sampah. mbok yah simpan dulu lah di tas, mobil or pegang aja klo dah dapet tempat sampah baru deh di buang..perilaku ini memang g seberapa tapi cukup berarti, klo sebagian orang saja sadar ttg itu.jadi ingat kt2x Aa’ Gym…perubahan bisa dilakukan bila mulai dari kita sendiri, hal yang terkecil, dan sekarang. LUV EARTH….!!!
Comment by ima — 22.02.2008 @ 3:01 am
yuk bareng2 ikut lomba slogan tentang sampah yukk…
Comment by zibalbo — 6.03.2008 @ 1:02 pm
Save the earth.!
Mari kita pelihara lingkungan sebagai tanda cinta bumi.
Melindungi bumi dari ancaman global warming.
Kalo bukan kita yang perduli dan berbuat sesuatu siapa lagi?
Comment by sarah — 14.03.2008 @ 7:55 am
maen donk ke workshop saya di jatiasih bekasi namanya workshop hijau hayati, kita bergerak di pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. kita olah sampah jadi sumber energy terbarukan..
kontak di 021-68709301
di tunggu ya..
Comment by rita — 24.05.2008 @ 7:38 am