Acara: Consarety di Sanur
Tanggal 12 Januari yang lalu, di SMA Santa Ursula (Sanur), Jalan Pos (almamater saya lhoooo), diadakan acara Consarety (Conserving Environment through Science and Art for Humanity). Seneng banget bisa balik lagi ke alma mater en ngeliat adik-adik kelas begitu antusias. Acara ini juga jadi ajang temu kangen sama guru-guru yang dulu pernah mengajar saya.
Kata salah satu guru, acara pameran dan bazaar Consarety SMA Sanur ini sebenernya adalah lanjutan dari acara Tanam Seribu Pohon yang belom lama ini dilaksanakan oleh Sanur bagi lingkungan sekitarnya. Tahun lalu, mereka juga pernah melakukan Gerak Jalan Membersihkan Lingkungan dan Bazaar Lingkungan Hidup (bersama dengan TK, SD, dan SMPnya juga).
Aku sih kebetulan aja ke sana ngebantu salah satu ruang Pengolahan Sampah. Di ruang kami itu, ada penjelasan mengenai pembuatan kompos padat, pengolahan sampah anorganik, praktek origami, dan lomba memilah sampah.
Tapi saya takjub banget sama apa yang telah dicapai oleh adik-adik kelas. Melalui prakarsa dan semangat murid-murid sekolah itu sendiri, dan dengan dorongan dari guru serta suster-suster Ursulin, kentara banget hasil yang telah dicapai selama beberapa tahun terakhir ini. Mulai dari pemilahan sampah secara aktif di lingkungan sekolah (yang memang sejak dulu sampai sekarang selalu asri dan bersih, sampai-sampai di daerah WC dan wastafel pun bisa tenang duduk di lantai dan ngobrol), hingga penelitian sumber cahaya murah dan aman, praktek pembuatan kompos cair, biopori, daur ulang sampah styrofoam, sampai pupuk cair a la pipis kelinci pun ada. Bahkan ada karya seni maha gede banget yang dibuat dari kaleng minuman ringan yang dipotong kecil-kecil dan dipilin. Sempet nanya, "Bikin ginian berapa tangan yang jadi korban kebeset dan kebeler?"
"Wah, nggak terhitung dengan jari deh, kak!" jawab mereka. Cerdas! Hehehe.
Banyak banget hikmah yang saya dapat, termasuk dari pentas seni yang digelar oleh kelompok teater SMA Sanur. Ceritanya sederhana, mungkin bisa juga masuk kategori klise (tapi dalam arti bagus lho, bukan jelek), seperti mungkin menonton komedi romantis yang nggak masuk nominasi Academy Awards tapi tetap memiliki pesan moral yang nggak kalah pentingnya.
Lingkungan memang sedang sedih, Ibu Bumi mungkin sedang sedih, tapi mungkin bisa menjadi sedikit bahagia melihat antusiasme generasi muda ini untuk menyelamatkannya.
Oh iya, kaos panitianya bagus lho!
P.S: Foto-foto dan ilmu-ilmu (ciyeh, serasa Jurus) yang saya dapat nanti akan saya catat lagi di sini. Di posting-an lain ya.
acara yang “aneh” soalnya kebanyakan anak sekolah cuman bangga klo ngadain pensi yang ngundang artis beken.
salut buat sanur ;D
Comment by acha — 14.02.2008 @ 4:26 am
BTW selasa-rabu besok pak Takakura mau dateng ke semarang..mo ketemu gak?!?
Comment by didut — 14.02.2008 @ 11:16 am
Salut buat SMA Santa Ursula Sanur yang giat dan konsisten mengkreasi kegiatan-kegiatan untuk penyadaran pentingnya pelestarian lingkungan. Salut juga buat yang memposting.
btw melalui blog yang mencerahkan ini aku minta izin menitipkan pesan :
Hutan alam Tele di Kabupaten Samosir,Sumatera Utara, sejak dua hari lalu sudah mulai ditebang dengan gergaji mesin. Targetnya hutan heterogen seluas 2.250 hektar akan dipangkas bersih untuk dijadikan lahan perkebunan bunga. Investornya dari Korea.
Dengan ini kami, Komunitas TobaDream mohon dukungan kawan-kawan sesama blogger Indonesia untuk bersama-sama memberi tekanan; agar pembabatan hutan pusaka itu dihentikan. Caranya, berilah komentar dukunganmu pada artikel di :
http://ayomerdeka.wordpress.com/
Terima kasih!
Comment by Robert Manurung — 17.02.2008 @ 8:34 am