Yagitudeh: Memilih Bioaktivator

10.12.2007
kategori: teori, faq

Beberapa hari (eh minggu?) ini aku dapet beberapa pertanyaan dari men-temen, entah itu dari blog ini atau langsung lewat telepon atau e-mail atau diamproki di tengah jalan (hehehe). Yaitu  bedanya bioaktivator jenis Boisca dan bioaktivator jenis EM4.

Kira-kira pertanyaannya mirip-mirip seperti ini:

Saya sudah mencoba membuat mini composter, sesuai dengan yang ada dibuku cara membuat kompos cair, akan tetapi saya kesulitan mendapatkan bioaktivator merek Boisca, maka saya menggunakan EM4 sebagai bio aktivatornya. Hasilnya memang terjadi pertumbuhan bakteri di dalam composter tersebut namun disitu banyak bermunculan larva (belatung), juga kondisi composter tersebut seperti isi “cubluk” dengan warna dan bau yang sama, juga kompos cair yang diharapkan pun tidak keluar, yang ada saluran air terisi penuh oleh larva.        (Enan Wahyudin)

Akhirnya setelah tanya kiri-kanan ketemu jawaban pendeknya:

Boisca dan EM4 itu nggak bisa dijadikan substitusi ternyata. Boisca khusus untuk membuat pupuk kompos cair, sedangkan EM4 umumnya digunakan untuk pupuk kompos padat. Karena itu pula, takaran dan cara mengolahnya juga berbeda. Kalau ternyata digunakan sebagai substitusi, bisa gagal juga proyeknya.

Setau aku EM4 itu sih sebenernya bisa digunakan untuk membuat kompos cair, tapi hanya bila bahan dasarnya sudah berbentuk limbah cair. 

Kalau bahan dasarnya berbentuk limbah/sampah padat, maka hasilnya pun padat juga dengan hasil lindi sebagai sampingan/tambahan (bukan hasil utama). Kalau EM4 digunakan sebagai substitusi Boisca dan diaplikasikan ke limbah padat, ya sepertinya sih mungkin nggak akan menghasilkan kompos cair. Tapi, bukan berarti jumlah lindi yang keluar tidak bisa lebih banyak. Dengan mencoba mengutak-utik kadar kelembaban tong kompos, lindi bisa didapat lebih banyak. Akan tetapi, ini berarti juga harus menggunakan/menyemprotkan EM4 yang lebih banyak dan lebih sering (untuk mencegah pembusukan karena kadar air yang berlebih).

Di bawah ini adalah beberapa informasi mengenai bioaktivator Boisca dan EM4 yang berhasil aku colong-colong dari beberapa laman web yang aku temui. Silakan dan monggo untuk yang punya pengalaman atau mau memperbaiki kesalahan-kesalahan kata yang ada.

Bioaktivator EM4
EM4 (Effective Microorganism 4) dikembangkan oleh Profesor Teruo Higa dari Jepang. Dia adalah Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Ryukyu di Okinawa, Jepang. Di Indonesia, teknologi EM dikembangkan oleh Indonesia Kyusei Nature Farming Societies yang dipimpin oleh Ir. G N Wididana M.Agr.

EM4 sering digunakan sebagai bioaktivator dalam pembuatan pupuk kompos padat (dari limbah padat juga tentunya). Tapi walaupun begitu, EM4 juga dapat digunakan untuk mengolah limbah cair, tentu saja dengan takaran yang berbeda.

Sebenernya EM4 ini adalah satu dari sekian banyak rangkaian bioaktivator jenis EM, yang semuanya memiliki kandungan mikroorganisme (tentu aja berbeda-beda tergantung kebutuhan). Bioaktivator jenis EM mengandung mikroorganisme yang beraneka ragam, yang dapat dikategorikan sebagai:

  1. Bakteri Fotosintetik (Rhodopseudomonas spp.)
    Bakteri jenis ini berguna untuk memproduksi zat-zat yang bermanfaat bagi tumbuhan, misalnya: asam amino, asam nuleik, zat bioaktif, gula, dan zat lain yang bisa membantu mempercepat pertumbuhan tanaman. Selain itu, bakteri ini juga membantu menyemangati pertumbuhan bakteri lainnya lho. Hasilnya adalah tanah dan tanaman dapat lebih maksimal dan lebih bagus lagi pertumbuhannya.
  2. Bakteri Asam Laktat (Lactobacillus spp.)
    Bakteri ini berjasa banget dalam membantu mempercepat perombakan bahan organik (seperti lignin dan selulosa). Selain itu, dia juga menekan pertumbuhan mikroorganisme jahat yang biasanya nongol dari pembusukan bahan organik. Jadinya, dia bisa membantu membuat proses fermentasi di dalam kotak kompos menjadi lebih "sehat" dan tentunya lebih cepat.
  3. Ragi (Saccharomyces spp., Yeast)
    Ragi membantu proses fermentasi dengan menghasilkan banyak zat bioaktif seperti hormon dan enzim. Bila digunakan pada tanah dan akar, ragi membantu meningkatkan jumlah sel aktif pada tanaman dan akar.
  4. Actinomycetes
    Kata orang, Actinomycetes ini bukan sunglap bukan sihir… Eh. Bukan bakteri tapi bukan juga jamur, tapi antara bakteri dan jamur lah. Mereka menghasilkan zat anti-mikroba jahat, yaitu zat yang menekan pertumbuhan jamur dan bakteri yang nggak penting dan mengganggu proses fermentasi/pengomposan. Selain itu, bersama-sama dengan bakteri fotosintetik, actinomycetes ini membantu meningkatkan mutu tanah dengan menyemangati mikroba baik supaya tumbuh lebih banyak.
  5. Jamur Fermentasi (misal: Aspergilus spp. atau Penicillium spp.)
    Jamur ini menghasilkan alkohol, ester, dan hasil fermentasi lainnya (hehehe, tapi bukan alkohol buat diminum lho yah). Jamur ini juga semacem deodoran gitu deh, menghilangkan bau, dan mencegah serbuan ulat, lalat dan lain-lain (ternyata ulat bukan pemabuk yah?)

Bioaktivator Boisca
Kalo soal Boisca (atau sering juga disebut Biosca)… Bioaktivator untuk pembuatan pupuk cair ini diciptakan oleh Sukamto Hadisuwito, sepulangnya dari Jepang. Dengan berbekal pengalaman dari OISCA-Jepang (Organization for Industrial Spiritual and Cultural Advancement), Sukamto menciptakan bioaktivator untuk pengolahan sampah organik rumah tangga ini.

Secara singkat, Boisca adalah bioaktivator khusus untuk pembuatan kompos cair dari sampah rumah tangga.

Untuk komposisi dari Boisca itu sendiri aku belom ketemu. Beberapa hari ini udah mengarungi dunia maya (melalui om gugel, tentunya), tapi kok belom ketemu-ketemu juga ya? Buat yang tau komposisinya, boleh dong minta?

Belinya di mana?
Saya sih belom pernah beli EM4 atau Boisca. Tapi setau aku kalo EM4 ini lebih tersedia di pasaran. Sedangkan, menurut info-info Boisca baru bisa diperoleh dari Pak Sukamtonya. Dan salah satu tempat memperoleh EM4 itu di Gropesh, kayaknya sih, kalo masih setok loh yah.

  1. Gropesh (Gerombolan Peduli Sampah)
    http://gropesh.multiply.com
    Dieng Karnedi, SJ
    Jl. Kramat VI no. 22, Jakarta Pusat
    Tel: 08176877911
  2. Pak Sukamto
    Jl. Lumba-Lumba no. 2, RT014/RW08,
    Kelurahan Cempaka Baru, Cempaka Putih
    Jakarta Pusat
    Tel: 0811954039

Lebih banyak lagi mengenai bioaktivator:
- Laman web Pak Oles
- EM Indonesia
- AMPL.or.id
- OISCA.org



17 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://blogsampah.blogsome.com/2007/12/10/yagitudeh-memilih-bioaktivator/trackback/

  1. Salut, atas kepeduliannya dengan masalah sampah, i will follow you, salam kenal

    Salam kenal juga. Mari bersama-sama bikin Ibu Bumi lebih bahagia yah… Dan, jangan menyerah :) hihihi

    Comment by Ono Karsono — 22.12.2007 @ 4:10 am

  2. thanks man. really. tadinya gue mo bikin ppk cair pake em4 juga. tapi dah da warning gitu ya ga jadi. mendingan pake cara yg laen aja. untung belom keblabasen. thanks yo!

    Sebenernya sih pake EM4 juga keluar lindi kok. Tapi mungkin nggak sederas pake Boisca (kayaknya). Kalau sudah PD bikin pupuk padat pake EM4, bisa diutak-utik kadar lembabnya kayaknya, supaya lindinya lebih banyak. Tapi, ya berarti EM4nya juga harus lebih banyak biar nggak busuk… Yang aku tau sih gitu.

    Comment by joakin — 11.01.2008 @ 4:55 am

  3. Aku pernah beli EM4 di toko supply kebutuhan pertanian (dekat roti Unyil Bogor, di lokasi lama). Waktu itu oleh penjualnya diperkenalkan sebagai pupuk cair. (Jadi langsung diaplikasikan ke tanaman, bukan untuk membuat lindi). Waktu pertama kali aku buka kemasan botol EM4, wah bau seperti arak … (kalo diminum bisa mabok beneran, plus mules mungkin ;-) Di tanah bekas aku aplikasikan EM4, sewaktu diaduk-aduk memang muncul gumpalan putih (mirip kapang tempe). Dan memang tanaman kelihatan lebih segar setelah tanahnya disemprot dengan EM4 yg diencerkan air.

    Wah? Jadi bisa diaplikasikan secara langsung ke pot ya? hihihi. Nanti aku coba ah… Makasih yaaaa!

    Comment by Susilo — 21.01.2008 @ 11:15 am

  4. Luar biasa tulisannya. saya sangat tertarik. kalau mengenai kompos cair, itu bagaimana lagi ya….

    Waaah, terima kasih. Untuk kompos cair, bisa coba Boisca.
    Sebenernya sih pake EM4 juga bisa, tapi harus pake yang banyaaaak untuk mengimbangi kebasahannya itu. Karena kalau pakainya sedikit, katanya bisa busuk dan belatungan.

    Comment by Sugih — 20.02.2008 @ 7:46 am

  5. kalo bioaktovator itu untuk mempercepat proses pembusukan yah? kalo pake idenya pak fuad dari pest. al-ittifaq bisa g y? itu yang pake air liur pagi… bisa g? bisa g?

    Teorinya sih bioaktivator itu memang untuk mempercepat, karena jadi meningkatkan jumlah bakteri yang ada di dalam timbunan kompos. Air liur boleh kok, cuma bodi harus dalam keadaan sehat, kalau misalnya malah ada kuman atau bakteri jahat, apa nggak repot tuh?

    Comment by bunda raudhatuzzahra — 22.02.2008 @ 11:00 am

  6. klo EM nya pake campuran tempe bongkrek,sinom,dan air leri,,,kira mikrobianya apa aja y???

    Waduuuuh, saya nggak tau :”> Tapi nanti coba aku tanya sama temenku yang lebih akhli. Kalo aku mah, nggak tau apa-apa

    Comment by laiLil — 6.03.2008 @ 8:28 am

  7. Aku sdh bikin kompos cair dr sampah RT,dalm proses pembuatanya sih ngak bau, tapi hasil kompos cairnya bau, ada yg bisa hasih saran ngak ngilangin bau ini???

    Comment by bedhoenk — 5.06.2008 @ 3:07 am

  8. Bokashi Cair (untuk 200 liter)
    Bahan:
    - Pupuk kandang 30 kg (kotoran kambing, ayam, sapi, dll)
    - Hijauan daun (secukupnya)
    - EM-4 1 liter
    - Gula pasir 1 kg
    - Terasi 1 kg
    - Air bersih 200 liter
    - Dapat pula ditambah 2 kg pupuk NPK untuk memperkaya nutrisi
    Tahapan Pembuatan:
    1. Pupuk kandang dihaluskan
    2. Gula pasir – Terasi – EM-4 – NPK dilarutkan dalam air
    3. Campuran pupuk kandang dan larutan gula dimasukkan ke dalam drum plastik kemudian ditambahkan air bersih hingga volumenya mencapai 200 liter.
    4. Drum ditutup rapat. Setiap hari dibuka dan diaduk selama 15 menit.
    5. Bokashi cair akan siap digunakan setelah 5 – 7 hari.

    Comment by hotma — 16.06.2008 @ 3:54 am

  9. Mengapa dinamakan EM-4? Apa arti 4 di situ?

    Thanks, Arif

    Comment by Arif Hidayat — 4.07.2008 @ 3:52 am

  10. cara buat nya gimana???

    Comment by FEBY — 20.07.2008 @ 8:12 am

  11. salam kenal bos…
    bos, bisa minta tolong di sharing gimana sih cara membuat lindi…
    aku buat di drum plastik tapi kok bau busuk ya…
    bioaktivatornya aku pakai EM4.
    alamat email: aryawangga@gmail.com

    thank berat bos…

    Comment by ewet — 1.08.2008 @ 1:28 pm

  12. Thanks bgt yach atas infonya . . . Aq jg mau bt kompos cair pake biosca, tp binggung cara mndapatkannya, , ,

    Eh aq pny sedikit info mengenai kenapa di dalam komposer banyak terdapat larva (belatung) hal ini disebabkan oleh komposer tidak tertutup rapat,karena belatung2 tersebut sebenarnya berasal dari bakteri yg terdapat di udara. Aq pernah baca buku refrensi, biar ga muncul belatung. Dibawah permukaan tutup komposer diolesi sabun krim pencuci piring, agar belatung tidak dapat berkembang biak.

    Comment by Fransiscos Kristian — 10.10.2008 @ 6:50 am

  13. aku udah pernah praktekin EM 4 untuk pembuatan kompos cair dan hasilnya lumasan hanya yang jadi masalah aku gak tahan ama baunya. terus aku mau praktekin u/ boisca namun dalam hal ini dibutuhkan media komposter. aku udah cari referensi namun referensi tentang pembuatan komposter masih kurang bisa bantu aku gak buat alatnya kalo bisa lewat email aja

    Comment by Ferrys Dearta S — 15.10.2008 @ 4:25 am

  14. em4 itu termasuk pupuk cair organik atau bukan pak???
    soalnya didalammnya terkandung unsur hara makro, mikro dan mikroba. dia termasuk klasifikasi pupuk sesuai kepUTUSAN MENTERI PERTANIAN tentang pupuk yang terdaftar??? untuk fermentasi saja??? terima kasih

    Comment by mikzon — 12.11.2008 @ 4:04 am

  15. gimana yach bahan dan cara membuat pupuk cair dari sampah buah-buahan..katanya sich entar pupuknya jd wangi buah..ditunggu infonya..thanks

    Comment by rosy — 24.03.2009 @ 7:13 am

  16. hyyyyyyyyyyyyyyyyyyy…………………. gabung yachhhhhhhhhhhhh
    mau nyari data nih
    tentang kandungan bioaktivator EM4 dengan urine TQ

    Comment by Nur — 27.06.2009 @ 2:36 pm

  17. saya mo tanya, bagaimana cara mengetahui klo pupuk cair sudah matang, terutama untuk bahan pupuk cair dari sampah organik? Apakah warna pupuk cair yang sudah matang berbeda dg warna pupuk cair yang diberi perlakuan khusus, misalnya dg penambahan air beras? satu lg,ada gak pedoman untuk perbandingan antara volume air, sampah, dan aktivator, dlm pembuatan pupuk cair? trimakasih sebelumnya dan maaf pertanyaannya banyak, karena saat ini saya sedang melakukan penelitian tentang pupuk cair tersebut..

    Comment by rentiha yusliany — 17.09.2009 @ 3:35 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.