Selamatkan Bumi!

28.12.2007
kategori: curhat

Dapet Pe-eR tag dari Joan.

“Apa yang sudah kamu lakukan untuk menyelamatkan bumi kita?”

Waduh apa ya? Hihihihi. Lucunya ada beberapa kebiasaan saya itu sebenernya berawal mula ketika saya lagi kuliah. Dan sebenernya, hal-hal itu dilakukan bukan karena "memikirkan bumi" tapi lebih karena "memikirkan kantong seorang murid kere". Dalam rangka penghematan, jadilah mikir-mikir gimana caranya untuk menghemat.

Barulah sekarang saya sudah lulus, sudah bekerja dan lumayan punya penghasilan… Lalu waktu itu dihadapkan: kalau sudah mampu, apakah masih terus berhemat? Dan baru kepikiran, ternyata hasil latihan selama 3-4 tahun sebagai mahasiswa itu berguna juga untuk membiasakan diri menyelamatkan bumi. *kacau kan?*

Jadi yang sudah saya lakukan, walau belum dan jauh sekali dari sempurna itu:

(more…)



Yagitudeh: Memilih Bioaktivator

10.12.2007
kategori: teori, faq

Beberapa hari (eh minggu?) ini aku dapet beberapa pertanyaan dari men-temen, entah itu dari blog ini atau langsung lewat telepon atau e-mail atau diamproki di tengah jalan (hehehe). Yaitu  bedanya bioaktivator jenis Boisca dan bioaktivator jenis EM4.

Kira-kira pertanyaannya mirip-mirip seperti ini:

Saya sudah mencoba membuat mini composter, sesuai dengan yang ada dibuku cara membuat kompos cair, akan tetapi saya kesulitan mendapatkan bioaktivator merek Boisca, maka saya menggunakan EM4 sebagai bio aktivatornya. Hasilnya memang terjadi pertumbuhan bakteri di dalam composter tersebut namun disitu banyak bermunculan larva (belatung), juga kondisi composter tersebut seperti isi “cubluk” dengan warna dan bau yang sama, juga kompos cair yang diharapkan pun tidak keluar, yang ada saluran air terisi penuh oleh larva.        (Enan Wahyudin)

Akhirnya setelah tanya kiri-kanan ketemu jawaban pendeknya:

Boisca dan EM4 itu nggak bisa dijadikan substitusi ternyata. Boisca khusus untuk membuat pupuk kompos cair, sedangkan EM4 umumnya digunakan untuk pupuk kompos padat. Karena itu pula, takaran dan cara mengolahnya juga berbeda. Kalau ternyata digunakan sebagai substitusi, bisa gagal juga proyeknya.

Setau aku EM4 itu sih sebenernya bisa digunakan untuk membuat kompos cair, tapi hanya bila bahan dasarnya sudah berbentuk limbah cair. 

Kalau bahan dasarnya berbentuk limbah/sampah padat, maka hasilnya pun padat juga dengan hasil lindi sebagai sampingan/tambahan (bukan hasil utama). Kalau EM4 digunakan sebagai substitusi Boisca dan diaplikasikan ke limbah padat, ya sepertinya sih mungkin nggak akan menghasilkan kompos cair. Tapi, bukan berarti jumlah lindi yang keluar tidak bisa lebih banyak. Dengan mencoba mengutak-utik kadar kelembaban tong kompos, lindi bisa didapat lebih banyak. Akan tetapi, ini berarti juga harus menggunakan/menyemprotkan EM4 yang lebih banyak dan lebih sering (untuk mencegah pembusukan karena kadar air yang berlebih).

Di bawah ini adalah beberapa informasi mengenai bioaktivator Boisca dan EM4 yang berhasil aku colong-colong dari beberapa laman web yang aku temui. Silakan dan monggo untuk yang punya pengalaman atau mau memperbaiki kesalahan-kesalahan kata yang ada.

Bioaktivator EM4
EM4 (Effective Microorganism 4) dikembangkan oleh Profesor Teruo Higa dari Jepang. Dia adalah Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Ryukyu di Okinawa, Jepang. Di Indonesia, teknologi EM dikembangkan oleh Indonesia Kyusei Nature Farming Societies yang dipimpin oleh Ir. G N Wididana M.Agr.

EM4 sering digunakan sebagai bioaktivator dalam pembuatan pupuk kompos padat (dari limbah padat juga tentunya). Tapi walaupun begitu, EM4 juga dapat digunakan untuk mengolah limbah cair, tentu saja dengan takaran yang berbeda.

Sebenernya EM4 ini adalah satu dari sekian banyak rangkaian bioaktivator jenis EM, yang semuanya memiliki kandungan mikroorganisme (tentu aja berbeda-beda tergantung kebutuhan). Bioaktivator jenis EM mengandung mikroorganisme yang beraneka ragam, yang dapat dikategorikan sebagai:

  1. Bakteri Fotosintetik (Rhodopseudomonas spp.)
    Bakteri jenis ini berguna untuk memproduksi zat-zat yang bermanfaat bagi tumbuhan, misalnya: asam amino, asam nuleik, zat bioaktif, gula, dan zat lain yang bisa membantu mempercepat pertumbuhan tanaman. Selain itu, bakteri ini juga membantu menyemangati pertumbuhan bakteri lainnya lho. Hasilnya adalah tanah dan tanaman dapat lebih maksimal dan lebih bagus lagi pertumbuhannya.
  2. Bakteri Asam Laktat (Lactobacillus spp.)
    Bakteri ini berjasa banget dalam membantu mempercepat perombakan bahan organik (seperti lignin dan selulosa). Selain itu, dia juga menekan pertumbuhan mikroorganisme jahat yang biasanya nongol dari pembusukan bahan organik. Jadinya, dia bisa membantu membuat proses fermentasi di dalam kotak kompos menjadi lebih "sehat" dan tentunya lebih cepat.
  3. Ragi (Saccharomyces spp., Yeast)
    Ragi membantu proses fermentasi dengan menghasilkan banyak zat bioaktif seperti hormon dan enzim. Bila digunakan pada tanah dan akar, ragi membantu meningkatkan jumlah sel aktif pada tanaman dan akar.
  4. Actinomycetes
    Kata orang, Actinomycetes ini bukan sunglap bukan sihir… Eh. Bukan bakteri tapi bukan juga jamur, tapi antara bakteri dan jamur lah. Mereka menghasilkan zat anti-mikroba jahat, yaitu zat yang menekan pertumbuhan jamur dan bakteri yang nggak penting dan mengganggu proses fermentasi/pengomposan. Selain itu, bersama-sama dengan bakteri fotosintetik, actinomycetes ini membantu meningkatkan mutu tanah dengan menyemangati mikroba baik supaya tumbuh lebih banyak.
  5. Jamur Fermentasi (misal: Aspergilus spp. atau Penicillium spp.)
    Jamur ini menghasilkan alkohol, ester, dan hasil fermentasi lainnya (hehehe, tapi bukan alkohol buat diminum lho yah). Jamur ini juga semacem deodoran gitu deh, menghilangkan bau, dan mencegah serbuan ulat, lalat dan lain-lain (ternyata ulat bukan pemabuk yah?)

Bioaktivator Boisca
Kalo soal Boisca (atau sering juga disebut Biosca)… Bioaktivator untuk pembuatan pupuk cair ini diciptakan oleh Sukamto Hadisuwito, sepulangnya dari Jepang. Dengan berbekal pengalaman dari OISCA-Jepang (Organization for Industrial Spiritual and Cultural Advancement), Sukamto menciptakan bioaktivator untuk pengolahan sampah organik rumah tangga ini.

Secara singkat, Boisca adalah bioaktivator khusus untuk pembuatan kompos cair dari sampah rumah tangga.

Untuk komposisi dari Boisca itu sendiri aku belom ketemu. Beberapa hari ini udah mengarungi dunia maya (melalui om gugel, tentunya), tapi kok belom ketemu-ketemu juga ya? Buat yang tau komposisinya, boleh dong minta?

Belinya di mana?
Saya sih belom pernah beli EM4 atau Boisca. Tapi setau aku kalo EM4 ini lebih tersedia di pasaran. Sedangkan, menurut info-info Boisca baru bisa diperoleh dari Pak Sukamtonya. Dan salah satu tempat memperoleh EM4 itu di Gropesh, kayaknya sih, kalo masih setok loh yah.

  1. Gropesh (Gerombolan Peduli Sampah)
    http://gropesh.multiply.com
    Dieng Karnedi, SJ
    Jl. Kramat VI no. 22, Jakarta Pusat
    Tel: 08176877911
  2. Pak Sukamto
    Jl. Lumba-Lumba no. 2, RT014/RW08,
    Kelurahan Cempaka Baru, Cempaka Putih
    Jakarta Pusat
    Tel: 0811954039

Lebih banyak lagi mengenai bioaktivator:
- Laman web Pak Oles
- EM Indonesia
- AMPL.or.id
- OISCA.org