Komposkan Dia! Bagian Satu

14.11.2007
kategori: faq, daftar

Sebelumnya: Prolog

Apa aja sih yang bisa dikomposkan? Banyak lho sebenernya. Tetapi emang ada beberapa yang butuh perhatian extra. Hehehe. Ini daftar yang coba aku kumpulkan. Kalo ada yang salah, atau nggak jelas, atau nggak dimengerti, silahkan ya diprotes. Atau kalau ada yang mau berbagi-bagi, jangan sungkan-sungkan ya.

BAGIAN 1: YANG DIMINUM DAN YANG SUDAH DIOLAH

Yang bisa diminum
Habis diminum, lalu ada sisanya, lalu dikemanakan? Apakah minuman di bawah ini bisa dikomposkan?

  1. Kopi
    Tentu saja kopi bisa dimasukkan ke dalam wadah pengomposan. Tetapi, bukan kopi susu, kopi manis. Lebih diutamakan bubuk kopi atau kopi hitam yang belum dicampur gula.
    Kopi bagus untuk dimasukkan ke dalam kotak kompos karena merupakan sumber nitrogen untuk mengimbangi karbon di dalam kompos. Tentu saja, jangan sampe tumpukan kompos terlalu basah ya; dan angan terlalu banyak juga, nanti over-dosis nitrogen.

  2. Jus Buah
    Ya, tentu bisa. Tapi jangan dalam jumlah banyak disiram ke dalam tumpukan kompos. Buat lubang di tengah kompos, masukkan sedikit ke sana, lalu aduk sampai rata dalam kompos. Perhatikan kadar gulanya juga. Jangan sampai nanti malah tempat komposnya disemutin.
  3. Teh
    Ya. Daun teh juga bagus untuk dimasukkan ke dalam kompos. Untuk teh celup, pastikan kalau kantung tehnya terbuat dari bahan alami. Karena sekarang banyak sekali kantung teh yang
    terbuat dari polyester. Polyester itu sering nggak bisa dicerna dengan baik. Jadi, sebelum dimasukkin ke dalam wadah kompos, dibuka aja dulu kantungnya.
            Selain itu, temanku bilang nih, teh bisa langsung dijadikan semacam tambahan gizi buat tumbuhan tanpa harus dimasukkan ke dalam tumpukan komps terlebih dahulu. Teh celup bekas itu dikumpulkan di dalam sebuah wadah (masih lengkap dengan kantungnya). Nanti, kalau sudah butuh, tinggal dikeluarkan dari wadahnya, disobek kantungnya, dan daun teh itu dicampur dengan pupuk dan tanah sebelum kemudian dimasukkan ke dalam pot tanaman.
  4. Susu dan produk susu
    (Termasuk Keju, Yoghurt, dan Krim). Sebaiknya dihindari karena bisa mengundang tikus atau hewan pengerat lainnya. Kecuali kalau menggunakan metode pengomposan dengan wadah tertutup rapat. Kalau menggunakan metode pengomposan dengan bak terbuka, ya sebaiknya jangan. 

Makanan Olahan
Pada dasarnya, makanan olahan tidak cocok untuk dikomposkan, karena bisa mengundang hewan-hewan yang malah akan menjungkirbalikkan wadah dan pesta dengan kompos kita.

Penting! Hanya lakukan apabila wadah pengomposan itu benar-benar tertutup rapat. Misalnya kalau di rumah menggunakan metode bak terbuka, atau lubang di tanah yang cuma ditutupi terpal, mungkin sebaiknya dihindari.

Penting juga! Kompos harus diaduk setiap hari, supaya tidak mengendap, bau, atau kekurangan udara (karena wadah kan tertutup rapat, tuh). Jadi, untuk yang nggak sempat atau nggak bisa ngaduk setiap hari sampai komposnya jadi, disarankan untuk jangan mengomposkan bahan-bahan makanan di bawah ini.

  1. Nasi
    Sebaiknya tidak memasukkan nasi matang ke dalam wadah pengomposan. Nasi itu bisa jadi semacam taman firdaus bagi bakteri-bakteri (yang bukannya menolong pengomposan, malah menghambat). Apalagi nasi yang udah terkontaminasi minyak, lemak, daging, atau perasa lainnya. Bisa-bisa hewan liar dan tikus malah pesta pora di sana.

  2. Roti, Kue, Biskuit
    Sebaiknya tidak, karena akan mengundang tikus dan kawan-kawannya. Hanya lakukan apabila wadah pengomposannya tertutup rapat. Atau, bila menggunakan metode takakura, pastikan kalau rotinya tidak terlalu banyak dan benar-benar dipendam dan tertutup di tengah kompos.
  3. Minyak memasak
    Lebih sering tidaknya daripada bolehnya. Di samping bisa mengundang hewan-hewan yang nggak seharusnya pesta di wadah pengomposan, minyak bisa juga menghambat pengikatan air. Yang ada malah nanti proses pengomposannya jadi lambat. Kalau punya terlalu banyak, mungkin bisa coba alternatifnya.
          Tapi, minyak sayur atau minyak zaitun bisa dituang ke dalam pengomposan dalam jumlah kecil. Sebelum dimasukkan, campur dulu dengan bahan-bahan seperti potongan kardus, jerami, atau serbuk kayu.
          Wadah pengomposan yang mengandung minyak ini harus diaduk setiap hari tanpa lupa. Kalau tidak, komposnya bisa kekurangan udara dan malah akhirnya rusak.
          Cara penanganan lemak juga begini. Hanya lemak nabati yang boleh dikomposkan, dan itu juga harus dalam kompos wadah tertutup (tidak bisa di bak kompos terbuka), dan harus diaduk setiap hari.
  4. Daging yang sudah dimasak
    (misalnya: ayam goreng, stik sapi, kodok goreng, udang bakar, dll). Sebaiknya jangan. Ada resiko bisa mengandung bakteri yang tidak cocok dengan proses pengomposan. Selain itu, bila menggunakan metode pengomposan dengan bak terbuka, yang ada malah nanti disemutin, ditikusin, belum lagi kucing tetangga pada makan di sana.
Catatan ajah: "disarankan nggak" bukan berarti nggak boleh lho, ya (*kabur dari omelan*), tapi penanganannya harus beda daripada penanganan kompos dari daun/sayur. Karena yang namanya daging atau seafood itu kan… em… rentan gitu deh. Rentan berlendir, dll. Tapi, kalau diolah dengan benar, daging dan seafood itu memperkaya kandungan protein di dalam kompos (malah bagus banget untuk tanaman).

Kalau mau, sebaiknya wadahnya terpisah dari sampah yang jenis daun/sayur/non-daging. Harus sering diaduk, dan harus benar-benar tersalut atau terpendam di dalam aktivator yang digunakan (misalnya pupuk untuk takakura, atau bioaktivator untuk mini-composter). Wadah sebaiknya yang tertutup rapat, supaya tidak ditikusi atau di-hewanlain-i. Gunakan aktivator yang lebih banyak kalau perlu. Aduk, aduk, aduk.

Jangan lupa diaduk karena sirkulasi udara katanya penting (apalagi ini kan di dalam wadah tertutup rapat). Jangan sungkan menggunakan bio-aktivator.

Ada yang punya ide lain atau saran untuk penanganan sisa daging/seafood?

(bersambung dong ya…)



Komposkan Dia! Prolog

12.11.2007
kategori: faq, daftar

Saya mau bikin kompos. Apa saja yang bisa dijadikan kompos?
Pada hakekatnya sih ya, secara garis besar, apa saja yang dulunya hidup bisa busuk dan akhirnya jadi kompos. Misalnya tumbuhan, bunga, buah, bahkan hewan. Kadang-kadang ada benda-benda tidak hidup (benda mati) yang bisa juga dimasukkan ke dalam tumpukan kompos di rumah.

Ada larangan yang harus diperhatikan?
O jelas. Ada benda-benda yang tidak boleh dimasukkan ke dalam tumpukan kompos. Ada benda-benda yang sebaiknya jangan. Ada pula yang boleh, tetapi tergantung pada jenis/metode pengomposan yang dipake.

Memangnya, ada metode apa aja?
Ada banyak dong. Ada yang membuat kompos menggunakan bak terbuka, ada yang tertutup (misalnya seperti kompos metode takakura), ada juga yang menggunakan bantuan dari ulat atau cacing (sebutan kerennya wormery).

Selain itu ada juga metode "setengah takakura" atau "hampir takakura". Metode ini mirip dengan metode Takakura hanya saja tidak menggunakan bantal sekam di atas atau di bawahnya. Selain itu, metode ini menggunakan wadah yang tertutup rapat (misalnya ember plastik yang ada tutupnya), dan tidak ada celah untuk udara atau tikus atau semut untuk masuk. Aktivator atau pemicunya masih sama, yaitu dengan menggunakan kompos yang sudah ada. Selain itu, pengadukannya harus dilakukan setiap hari, dan tidak boleh lupa. Tujuan mengaduknya ya untuk sirkulasi udara.

Metode "setengah takakura" ini bagus untuk membuang sisa ikan (misalnya, kalau beli ikan mentah kan dalemannya dibuang tuh) atau makanan olahan (misalnya nasi atau minyak nabati).

Tergantung pada jenis metode yang digunakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Misalnya, kalau pakai metode bak terbuka, ya jangan masukkan makanan yang berbau tajam. Nanti malah mengundang tikus dan hewan pengerat lainnya. (Kalau Remy si Ratatouille sih nggak ya?). Atau kalau pake metode wormery ya jangan memasukkan sampah yang malah bisa membunuh si cacing itu. Kan kasihan.

Oke deh. Sekarang apa aja yang boleh dan nggak boleh masuk ke dalam tumpukan kompos kita?
Nah, di bawah ini ada tautan ke daftar bahan kompos itu. Dan daftar ini dibuat dengan bantuan (dan diterjemahkan dari) Compost This. Kunjungi situs mereka ya, dan jangan lupa meninggalkan pesan kepada pemiliknya yang baik hati itu.

Nah, nanti, selama beberapa hari ke depan, aku bakal nambahin berbagai jenis bahan kompos (ataupun bukan) ke daftar ini. Nanti kalau sudah selesai, mungkin bisa dibuat lagi menjadi daftar sesuai abjad, yang dapat diunduh dan digunakan rame-rame.

Bagian 1: Yang diminum dan yang sudah diolah
Bagian 2: Buah-buahan
Bagian 3: Sayur mayur
Bagian 4: Dari kebun dan taman
Bagian 5: Benda-benda di sekitar kita
Bagian 6: Daging mentah dan sisa metabolisme makhluk hidup

Dan bagi yang ingin berbagi pengalaman, monggo lho ya. Silakan meninggalkan komennya.



Berbagi Pengalaman: Ibu Endang di Rumah Asrinya

11.11.2007
kategori: curhat

Tanggal 10 November itu kan kalo ga salah inget diperingati sebagai hari pahlawan ya? Hehe. Tapi, aku mau cerita tentang seorang ibu nih. Bisa dibilang dia pahlawan lingkungan hidup, walaupun pasti si ibunya sendiri bakal menolak untuk bilang kalo dirinya adalah pahlawan lingkungan hidup. Sebenernya pahlawan itu apa sih? Banyak sih ya artinya. Tapi buat aku, orang yang bisa ngegugah orang lain untuk berbuat sesuatu lewat apa yang dia buat itu pahlawan juga lho. Apalagi kalo hal yang "ditularkan" itu hal yang bagus.

Ibu ini namanya Ibu Endang. Rumahnya di daerah Cilandak sono. Kebetulan, tadi siang aku bertamu ke rumahnya. Takjub banget! Rumahnya asri banget! Jadi sejuk padahal matahari teriknya bukan main. Di rumahnya ada guguk ras Pug, namanya Nobi, dan burung kakak tua bernama Ako (yang suka ketawa ngakak sendiri).

(more…)





catatan baru »»