Komposkan Dia! Bagian Lima
Sebelumnya: Prolog, Bagian 1, Bagian 2, Bagian 3, Bagian 4
Banyak benda-benda di sekitar kita yang dapat dimasukkan ke dalam kotak kompos, termasuk juga kertas. Tapi kertas pun harus dipilah-pilah, karena tidak semuanya dapat dikomposkan, dan tidak dalam jumlah banyak. Jadi mungkin, kalau mempunyai persediaan kertas yang terlalu banyak, kertas itu bisa didaur-ulang di tempat-tempat pendaurulangan kertas.
BAGIAN 5: BENDA-BENDA DI SEKITAR KITA
- Abu
Abu dari sisa pembakaran kayu (yang belom dicat atau mengandung bahan kimia) boleh dimasukkan ke dalam kotak kompos. Tapiii… cuma boleh sedikit saja, karena kalo banyak-banyak, bisa meningkatkan kadar alkalinitas pada kotak kompos, dan malah membuat pengomposan jadi nggak sukses. Abu dari kayu yang sudah dicat atau mengandung bahan kimia sebaiknya dihindari. Selain itu abu dari pembakaran arang, batako, dll, juga sebaiknya dihindari, kalau-kalau malah membahayakan tumbuhan. - Serbuk gergaji (serutan kayu)
Ya, tapi hanya bekas kayu yang belum terkena bahan kimia atau yang sudah dicat. Serbuk kayu begini kandungan karbonnya tinggi juga, jadi sebaiknya diimbangi dengan yang kaya nitrogen. Aduklah dengan baik di dalam kotak kompos.
- Kertas
Pada dasarnya kertas sih bisa juga dimasukkan ke dalam kotak kompos karena merupakan sumber karbon yang bagus (jangan terlalu banyak, perhatikan perbandingan karbon dan nitrogen). Tapi harus diperhatikan juga, kertas yang terlalu banyak kandungan kimianya (misalnya kertas glossy, atau kertas fancy) sebaiknya dihindari. Perhatikan juga tinta yang digunakan pada kertas tersebut.
Bersihkan kertas dari sisa selotip atau lem sebelum dimasukkan ke dalam kotak kompos.
Hindari memasukkan brosur, katalog, majalah, kertas kado atau apa saja yang glossy ke dalam kotak kompos. Selain bahan kimia yang terkandung di dalam kertas tersebut, tinta (terutama yang berwarna) yang digunakan untuk mencetak di atas kertas majalah atau katalog mungkin bisa saja berbahaya sekali untuk tumbuhan.
Hindari memasukkan kertas (misalnya bekas cetakan di kantor, dll) yang terlalu banyak tintanya, apalagi kalau berwarna, kecuali kalau sudah yakin betul bahwa tinta yang digunakan adalah tinta yang ramah lingkungan. - Kardus bekas atau koran bekas
Kardus bekas atau koran bekas boleh dimasukkan ke dalam kotak kompos. Bila disobek kecil-kecil dapat membantu penguraian lebih cepat. Akan tetapi walau ada beberapa pembuat kardus dan penerbit koran yang menggunakan tinta nabati (berbahan dasar kacang kedelai), kadang-kadang tintanya mengandung bahan kimia yang berbahaya juga, terutama tinta yang berwarna. Oleh karena itu, mungkin sebaiknya kertas koran/kardus tidak diurai di dalam kotak kompos.
Akan tetapi, kertas tetap bagus untuk menyerap kelebihan air di dalam kotak kompos. Jadi, kalau tidak mempunyai sekam bakar, atau serbuk gergaji atau serbuk kayu untuk menyerap kelebihan air di dalam kotak kompos, gunakan kertas koran bekas.
Masukkan beberapa kertas koran bekas yang sudah dikremek-kremek ke sisi-sisi kotak kompos dan di antara kompos basah. Tukar kertas koran yang sudah basah dengan kertas koran lainnya yang masih kering (jangan sampai terurai).
Kertas yang dikremek-kremek juga bagus untuk membantu sirkulasi udara di dalam kotak kompos.
Kertas yang boleh juga mungkin dimasukkan ke dalam kotak kompos adalah kertas bekas buku tulis (tetapi kalo covernya, mungkin jangan, apalagi kalo covernya plastik atau glossy).
terimakasih sudah menulis tentang sampah saya lagi butuh
Comment by orenjeck — 3.02.2008 @ 1:31 am
ayo….kita kurangi sampah dan jadikan sampah menjadi sesuatu yang berguna dengan cara mendaur ulang….
Comment by gobil — 1.03.2008 @ 8:16 am
kalo kertas amri atau kertas linting rokok, bisa gak dipakai bahan kompos, kalo bisa caranya ya apa? tks. mohon di balas
Comment by ryan — 22.04.2008 @ 9:27 am