Komposkan Dia! Bagian Empat
Sebelumnya: Prolog, Bagian 1, Bagian 2, Bagian 3
Sekarang keluar ke taman dan kebun. Kebanyakan dari isi kebun bisa masuk ke dalam wadah pengomposan. Tapi tentunya ada beberapa jenis tanaman dan benda-benda yang nggak boleh masuk dong. Ada beberapa jenis rumput, misalnya, yang nggak mati-mati (die hard?), dan yang kalau dimasukin ke dalam wadah pengomposan malah semakin getol tumbuhnya.
Coba ya kita lihat satu-satu.
Bagian 4: Dari Kebun dan Taman
Dapatkah kita mengomposkan…
- Algae
Algae dari kolam (dan juga rumput laut) adalah sumber kaya nitrogen. Jangan lupa, terlalu banyak sumber nitrogen juga nggak bagus. Jadi, seimbangkanlah dengan sumber karbon lainnya. - Rumput
Rumput, apalagi yang masih ada akarnya, sebaiknya dimasukkan ke dalam kotak kompos kalau suhu kotak itu cukup tinggi. Kalau suhu kotak komposnya agak rendah (adem atau dingin), sebaiknya sih jangan, daripada nanti rumputnya malah tumbuh lagi. Jadi, rumput ini boleh aja dipisahkan dari akarnya, atau semua-muanya dikeringkan dulu di tempat terpisah (misalnya dibusukkan di dalam kotak atau kantung plastik hitam yang terpisah dari kotak utama).
Kalau guntingan rumput sih boleh-boleh saja. Selain cepat terurai, bagus juga sebagai sumber karbon yang kaya. Tapi, kalau memasukkan rumput dalam jumlah banyak, pastikan nggak numpuk di satu tempat, tapi benar-benar diaduk ke dalam kompos. Rumput yang numpuk, seringkali menghambat aliran udara di dalam wadah kompos.
Begitu juga kalau tumpukan rumput yang terlampau basah. Jadi, kalau potongan rumputnya agak basah, mungkin sebaiknya dikeringkan sedikit atau dicampur dengan yang kering-kering.
Catatan: Rumput jenis Elymus repens sebaiknya sih nggak dimasukkan ke dalam kotak kompos karena termasuk jenis rumput yang bener-bener susah matinya (baik dengan atau tanpa akar). Kalau mau dimasukkan sebaiknya jangan terlalu banyak. - Dandelion (Taraxacum officinale Cass.)
Sebaiknya tidak, apalagi yang masih ada akarnya. Begitu pula dengan bijinya, kalau biji dandelion masuk ke wadah kompos, bisa-bisa nanti malah tumbuh. - Bunga (termasuk bunga kering atau karangan bunga yang sudah layu)
Ya, tentu saja boleh dimasukkan ke dalam wadah kompos. Kadang-kadang karangan bunga, apalagi yang dapat dari tukang bunga profesional itu, ada kawat-kawat penyangga. Nah, kawat ini jangan ikut dicemplungin ke kompos ya. Sebaiknya dibuang aja, atau digunakan kembali.
Gabus untuk bunga jangan ikut dikomposkan, ya.
Catatan: Untuk bunga jenis Renenculus repens (Creeping Buttercup), sih sebaiknya jangan dimasukkan ke dalam kotak kompos. Selain termasuk jenis tanaman yang susah mati, tumbuhan ini juga mengeluarkan getah yang bisa bikin kulit gatal atau iritasi. Apalagi kalau kita mengaduknya kurang hati-hati atau tanpa menggunakan sarung tangan yang anti tembus. - Daun
Ya, tentu boleh. Kalau terlalu kering, semprot-semprot sedikit dengan air (atau dijadikan campuran untuk sampah yang basah-basah). Kalau terlalu basah, dikeringkan (dengan cara dijemur atau dicampur dengan bahan kompos yang kering-kering).
Kadang-kadang daun keliatan "sakit", nah yang ini sih sebaiknya dibuang aja dan nggak dimasukin ke dalam kotak kompos. - Kayu
Mungkin sih ya. Kalau belum di"obat" atau dipernis atau dicat sih masih bisa. Tapi walau begitu, kayu terurainya lamaaa sekali. Kalau memang mau, kayu harus dicacah kecil-kecil atau diserut. Tapi walau begitu, tetep lama lho. - Moluska (misalnya siput dan saudara-saudaranya)
Ya. Apalagi kalau kita menggunakan metode wormery. Para moluska ini, yang masih idup, bisa ditambahkan ke wormery itu karena mereka makan tumbuhan dan daun dan membantu penguraian. Emang sih, mereka nggak sehebat cacing. Tapi, daripada dibunuh atau apa gitu… mendingan dikaryakan. - Rumput liar/gulma (weed)
Kebanyakan dari rumput liar ini bisa dikomposkan. Pastikan dia nggak terlalu "hidup" atau nggak lagi getol-getolnya berbiji. Pastikan juga dia nggak termasuk E. repens, Convolvulus arvensis (bindweed), Rumput gelam (Polygonum cuspidatum atau Fallopia japonica, Japanese Knotweed), Renenculus repens, atau Dandelion yang masih berakar (atau berbiji, atau dua-duanya). Kalau termasuk jenis gulma di atas tadi, atau tampak masih terlalu "hidup" atau sedang berbiji, jangan dimasukkan ke dalam kompos. Nanti malah tumbuh lagi.
Hanya masukkan gulma yang sudah layu, atau yang tidak berbiji. Kompos yang ada sampah gulma harus sering-sering diaduk, dan harus seimbang kandungannya. Kompos yang hangat-hangat panas bisa menghentikan atau menghambat laju pertumbuhan jenis rumput ini.
jenis-jenis bioaktivator yang mudah didapat di madura dan harganya terjangkau apa aja sich!
karena masih awam,saya minta contoh model tabung pembuatan pupuk cair
Comment by yank — 15.01.2008 @ 7:47 am