Komposkan Dia! Bagian Tiga

17.11.2007
kategori: faq, daftar

Sebelumnya: Prolog, Bagian 1, Bagian 2

Sekarang tentang sayur mayur. Kebanyakan sayuran juga bisa diurai menjadi kompos. Tentu saja, harus tetap memperhatikan keseimbangan nutrisi kompos (antara asam, basa, nitrogen, karbon, dll). Dan ada beberapa seperti kentang atau jamur yang perlu perhatian khusus. Tapi nggak banyak kok. Dan nggak susah. Hehehe.

BAGIAN 3: SAYUR MAYUR
Dapatkah kita mengomposkan…

  1. Terung (Solanum melongena L/aubergine)
    Ya, terung dapat mengurai dengan cepat. Kalau dipotong/dicacah kecil-kecil pasti lebih cepat lagi. Sisihkan bijinya kalau pengen coba nanem terung sendiri di rumah.

  2. Tanaman bit (Ubi Bit Merah, Beta vulgaris/Beetroot)
    Daun atau buah beetroot semuanya dapat dimasukkan ke dalam kotak kompos.
  3. Brokoli
    Brokoli mentah memang agak susah terurai. Tapi kalau dicacah pasti tidak akan jadi masalah. Jangan lupa, tambahkan bahan-bahan kaya nitrogen (misalnya: kopi atau bayam) kalau memasukkan brokoli dalam jumlah besar ke dalam wadah kompos.
  4. Wortel
    Wortel mentah juga agak susah terurai. Tapi kalau dicacah pasti tidak akan jadi masalah. Jangan lupa, tambahkan bahan-bahan kaya nitrogen (misalnya: kopi atau bayam) kalau memasukkan brokoli dalam jumlah besar ke dalam wadah kompos.
  5. Cabe
    Ya. Dan kalau mau coba nanem cabe sendiri, sisihkan biji cabenya.
  6. Mentimun
    Ya, tentu saja boleh. Tetapi pastikan mentimunnya tidak berlumuran sambel, saos, atau minyak salada, karena bisa menarik perhatian para tikus dan kawan-kawannya. Kalau ada timun yang begitu, bilas dulu dengan air (jangan air sabun lho ya).
  7. Zaitun (Olea europaea/olives)
    Ya. Dan kalau mau coba nanem sendiri, sisihkan bijinya.
  8. Kentang
    Tentu saja. Tetapi kalau kentang dimasukkan bulat-bulat ke dalam tumpukan kompos, ujung-ujungnya malah nanti jadi pohon kentang baru lho. Jadi, kalau memang tujuannya adalah bikin kompos, dan bukan budidaya kentang, sebaiknya sih dicacah dulu kecil-kecil. Kalau kulit kentang saja sih, nggak beresiko tumbuh.
  9. Kubis kailan (Brassica oleracea/brussel sprouts)
    Ya. Semua bagian sayur ini bisa dikomposkan.
  10. Ubi jalar/ketela rambat (Ipomoea batatas/sweet potatoes)
    Tentu bisa. Cacah kecil-kecil agar mudah terurai. Jangan lupa, tambahkan bahan-bahan kaya nitrogen (misalnya: kopi) kalau memasukkan brokoli dalam jumlah besar ke dalam wadah kompos.
  11. Jamur (mushrooms)
    Ya. Batang atau tangkai jamur dapat terurai dengan cepat. Jamur utuh mungkin agak sulit, tetapi tentu saja dapat terurai. Jamur hias (bukan jamur yang dimakan) mungkin akan lebih lama lagi terurainya. Walau sulit, kalau dicacah kecil-kecil sih jadinya gampang ntuk diurai.
          Di mana ada jamur pasti ada spora. Jadi, hindarilah saat-saat di mana para jamur lagi getol berkembang biak. Kalau terlalu banyak spora berkumpul di dalam jamur, memasukkan jamur ke dalam tumpukan kompos mah cuma mendorong mereka semakin rajin "bikin anak" di dalam wadah kompos kita.
  12. Bayam
    Sayur bayam atau sayur semacamnya, dapat dengan cepat terurai di dalam tumpukan kompos. Selain itu, juga merupakan sumber nitrogen yang baik untuk menyeimbangkan keadaan kotak kompos.
(bersambung lagi yah…)



Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://blogsampah.blogsome.com/2007/11/17/komposkan-dia-bagian-tiga/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.