Komposkan Dia! Prolog

12.11.2007
kategori: faq, daftar

Saya mau bikin kompos. Apa saja yang bisa dijadikan kompos?
Pada hakekatnya sih ya, secara garis besar, apa saja yang dulunya hidup bisa busuk dan akhirnya jadi kompos. Misalnya tumbuhan, bunga, buah, bahkan hewan. Kadang-kadang ada benda-benda tidak hidup (benda mati) yang bisa juga dimasukkan ke dalam tumpukan kompos di rumah.

Ada larangan yang harus diperhatikan?
O jelas. Ada benda-benda yang tidak boleh dimasukkan ke dalam tumpukan kompos. Ada benda-benda yang sebaiknya jangan. Ada pula yang boleh, tetapi tergantung pada jenis/metode pengomposan yang dipake.

Memangnya, ada metode apa aja?
Ada banyak dong. Ada yang membuat kompos menggunakan bak terbuka, ada yang tertutup (misalnya seperti kompos metode takakura), ada juga yang menggunakan bantuan dari ulat atau cacing (sebutan kerennya wormery).

Selain itu ada juga metode "setengah takakura" atau "hampir takakura". Metode ini mirip dengan metode Takakura hanya saja tidak menggunakan bantal sekam di atas atau di bawahnya. Selain itu, metode ini menggunakan wadah yang tertutup rapat (misalnya ember plastik yang ada tutupnya), dan tidak ada celah untuk udara atau tikus atau semut untuk masuk. Aktivator atau pemicunya masih sama, yaitu dengan menggunakan kompos yang sudah ada. Selain itu, pengadukannya harus dilakukan setiap hari, dan tidak boleh lupa. Tujuan mengaduknya ya untuk sirkulasi udara.

Metode "setengah takakura" ini bagus untuk membuang sisa ikan (misalnya, kalau beli ikan mentah kan dalemannya dibuang tuh) atau makanan olahan (misalnya nasi atau minyak nabati).

Tergantung pada jenis metode yang digunakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Misalnya, kalau pakai metode bak terbuka, ya jangan masukkan makanan yang berbau tajam. Nanti malah mengundang tikus dan hewan pengerat lainnya. (Kalau Remy si Ratatouille sih nggak ya?). Atau kalau pake metode wormery ya jangan memasukkan sampah yang malah bisa membunuh si cacing itu. Kan kasihan.

Oke deh. Sekarang apa aja yang boleh dan nggak boleh masuk ke dalam tumpukan kompos kita?
Nah, di bawah ini ada tautan ke daftar bahan kompos itu. Dan daftar ini dibuat dengan bantuan (dan diterjemahkan dari) Compost This. Kunjungi situs mereka ya, dan jangan lupa meninggalkan pesan kepada pemiliknya yang baik hati itu.

Nah, nanti, selama beberapa hari ke depan, aku bakal nambahin berbagai jenis bahan kompos (ataupun bukan) ke daftar ini. Nanti kalau sudah selesai, mungkin bisa dibuat lagi menjadi daftar sesuai abjad, yang dapat diunduh dan digunakan rame-rame.

Bagian 1: Yang diminum dan yang sudah diolah
Bagian 2: Buah-buahan
Bagian 3: Sayur mayur
Bagian 4: Dari kebun dan taman
Bagian 5: Benda-benda di sekitar kita
Bagian 6: Daging mentah dan sisa metabolisme makhluk hidup

Dan bagi yang ingin berbagi pengalaman, monggo lho ya. Silakan meninggalkan komennya.



3 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://blogsampah.blogsome.com/2007/11/12/komposkan-dia-prolog/trackback/

  1. dulu pas SD pernah diajarin bikin kompos. mbuatnya di tanah (gali lubang, tutup dengan plastik). itu metode apa ya namanya?

    Wah entah deh, itu kayaknya nggak ada namanya. Selama ini aku cuma taunya itu disebut ‘pengomposan sederhana’, karena emang sederhana banget. Hehehe. Waduh. Coba nanti aku tanya-tanya lagi sama yang lebih ngerti dari aku yaaaa.. Maklum euy aku juga baru mulai

    Comment by dodi — 14.11.2007 @ 5:47 am

  2. Kok gak ada tautan ke daftar bahan kompos?

    Oh iya! Lupa euy. Segera diperbaiki :D Terima kasih udah ngingetin nih

    Comment by Sandro — 16.11.2007 @ 1:58 am

  3. skrg sy lagi semangat banget bikin kompos, rencananya sich biar ngurangi lalat di tmpt sampah. Sy coba buat komposter cair, tetapi mungkin krn kurang karbonnya jadi belatung banyak banget,..sy coba kasih sekam seadanya ditabur diatas permukaan sampah( tapi ini belum kelihatan berhasil) dan lg air lindinya dari kran yang agak bocor bikin bau menyengat. gimana cara efektif buat menghilangkan belatung dalam komposter ya…(ada ide), trus ktnya ada deodorant kayak pasir utk menghilangkan bau dalam komposter…sy bisa beli dimana ya?

    Hai Intan, thx yah udah mampir. Hmm.. Wah bingung juga karena sebenernya ada banyak faktor juga yang menyebabkan belatung jadi woro-wiri di kotak kompos kita. Salah satunya adalah pemilihan bioaktivator. (1) Apakah bioaktivator sudah dipilih sesuai dengan hasil kompos yang kita mau, karena untuk bikin pupuk kompos padat dan cair itu beda bioaktivatornya, dan tidak bisa dijadikan substitusi.

    Yang kedua, tata cara pembuatan kompos itu harus disesuaikan dengan bioaktivator yang digunakan. Biasanya masing2 bioaktivator ada caranya sendiri-sendiri, yang walaupun mirip, tapi kalo salah, bisa gawat tuh. Yang ketiga, memperhatikan persentase antara aktivator dengan sampah yang dimasukkan. Kalau terlalu banyak sampah yang masuk pun, tidak baik, karena nanti mikroorganisme baiknya malah kalah banyak dengan yang seharusnya diurai. Kalau terlalu banyak, akhinya jadi bau, berbelatung, dll. Selain perbandingan antara sampah dan aktivator, juga perbandingan antara unsur pada sampah itu sendiri (misalnya unsur hijau/coklat, karbon/nitrogen). Selanjutnya masih ada juga faktor suhu dan keadaan ruangan, terus ada juga faktor apakah wadahnya tertutup rapat atau nggak.

    Terus apa lagi ya? Kadang-kadang, kalau sudah terlalu parah, nggak ada jalan lain selain sampah itu dipendam atau dibuang, terus wadahnya dicuci dan diulang lagi dari awal.

    Mengenai deodoran, harusnya sih di toko-toko kompos gitu ada ya. Saya sih biasanya minta eh beli dari Gropesh atau Pepulih. Tapi kayaknya sih harusnya nggak terlalu susah untuk didapatkan di toko-toko biasanya. Tapi karena saya membuat kompos padat, bingung juga, apakah deodoran ini boleh digunakan juga untuk kompos cair. Untuk kompos cari, biasanya yang dikenal itu Boisca dari Pak Sukamto.

    Oh iya, untuk sekam itu, mungkin lebih baik kalo nggak cuma ditabur di permukaan aja, tapi diaduk dengan baik ke dalam komposnya itu. Sebenernya sekam itu untuk menyerap kelebihan air pada pembuatan pupuk kompos padat sih. Untuk pupuk kompos cair, aku rada nggak ngerti juga tentang sekam dan kawannya.
    Itu yang sekadar saya tau sih, coba nanti saya tanya-tanya lagi. Semoga bisa membantu Intan biar komposnya maju, dan jangan menyerah putus asa yaaaaa.

    Comment by intan — 19.12.2007 @ 6:41 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.