Tacchan: Minggu Kelima dan Jamur
Jamuran. Menyedihkan sekali. Tacchan Jamuran. Kemarin ketika saya pulang dari kantor, saya membuka kardus Tacchan dan ketika menyentuh kardus yang sama sekali lepek dan basah, saya sudah mempunya perasaan yang agak kurang enak. Benar saja. Karung pelapis dan bantal kuyup basah oleh uap, dan jamur putih berbulu memenuhi seluruh permukaan. Setelah dikorek-korek, bahkan sudah sampai ke tengah dan hampir ke bagian dasar. Panik! Panik yang luar biasa. Jamuran! Aduh. Kalau saja jamur pada pupuk kompos dapat dihilangkan dengan obat oles jamur kulit.
Akhirnya saya rontok dan menelepon salah seorang kawan. Dia minta saya cerita dari awal apa sih yang mungkin menyebabkan Tacchan menjadi begitu.
Dari pembicaraan panjang lebar akhirnya disimpulkan bahwa Tacchan jamuran karena:
- Udara panas. Beberapa waktu lalu saya bercerita tentang Tacchan diletakkan di dekat parkiran kendaraan. Sehingga panas dari kendaraan mempengaruhi proses penguraian. Selain itu juga beberapa hari ini matahari seperti sedang buka cabang di mana-mana.
- Kelebihan muatan. Terlebih daripada udara panas adalah kesalahan saya sendiri. Tacchan kelebihan muatan. Terlalu banyak sampah yang dimasukkan mengakibatkan bakteri tidak dapat mengimbangi pembusukan.
- Muatan yang basah. Basah dan panas. Tempat yang cocok untuk pertumbuhan jamur dan lain-lain. Mungkin kalau saya memasukkan kentang bulat-bulat, pastinya akan cocok tumbuh jadi kentang.
Akhirnya, setelah memindahkan Tacchan ke dalam kardus ketiga dalam dua minggu (bayangkan, harusnya kardus minimal ditukar sebulan sekali bahkan kadang-kadang bisa lebih!) dilakukan tahap-tahap perbaikan, maksudnya berusaha menyelamatkan Tacchan.
- Menggunakan kardus baru yang kering.
- Mencampur Tacchan dengan: (a) Pupuk baru sebagai starter. Untung saja Emak punya persediaan pupuk yang dulu dibeli dari toko tanaman. Pupuk ini tentu saja kering dan "sehat". Pupuk ini dicampurkan ke dalam Tacchan dan diaduk; (b) Serbuk kayu. Untung juga saya bisa ‘ngembat’ serbuk kayu yang lumayan banyak, mungkin membuat hamster orang nangis karena serbuk kayunya diambil untuk pupuk. Serbuk kayu digunakan untuk membantu penyerapan kelebihan air; (c) Koran bekas. Ini juga untuk membantu penyerapan air supaya tidak berlebihan.
- Menghentikan membuang sampah dapur di dalam Tacchan. Sudah cukup banyak sepertinya. Jangan kelebihan muatan lagi.
- Berdoa yang banyak.
Aduh, semoga masih bisa terselamatkan. Kata teman saya sih, ini belum sakit fatal kok. Dan sebenarnya jamur itu juga baik untuk kompos toh? Karena kalau membeli bio-aktivator, pasti di dalamnya juga ada senyawa jamur (fungi) gitu.
Sekarang, sambil dagdigdug menunggu, saya mau cari tahu lebih banyak tentang jamur dan ekosistem jamur.
klo boleh tau bahannya apa aja sih tuk bwt bi2t takakura
Comment by tisna — 18.04.2008 @ 8:32 am
Buat teman-teman yang ingin mengolah sampah Keranjang TAKAKURA atau menggunakan LBR tetapi ingin praktis, Bor tangan utk bikin lubang dan Keranjang TAKAKURA dapat dibeli di CV.EPRISTARI Jakarta.
Lihat informasinya di
http://cv-epristari.blogspot.com/ http://indonetwork.co.id/CV_EPRISTARI/840854/biopori-takakura-tas-mainan-produk-daur-ulang.htm (kami juga jual Pencacah sampah organik ukuran mini, sangat cocok dikombinasikan dengan keranjang TAKAKURA)
Silahkan menghubungi :
Lesti Aty, SSi 021 99826018 atau Primadia 08161607263
email: epristari@gmail.com
Comment by epristari — 21.11.2008 @ 4:24 pm