Satu Bulan Berprakarya

29.08.2007
kategori: prakarya, kertas, kain, plastik

Bersamaan dengan dimulainya proyek pembuatan pupuk kompos dengan metode Takakura (yang sekarang sudah mendapat panggilan sayang: "Tacchan"), dimulai pula proyek prakarya dari bahan ’sampah’.Walau kecil-kecil dan masih buruk rupa, setidaknya sudah bisa jadi semacam contoh untuk diperbaiki dan lebih dipoles lagi.

 

Tujuan mendaur ulang bahan-bahan anorganik ini adalah untuk "memperpanjang" usia suatu benda. Memberikan waktu agar tempat pembuangan sampah tidak cepat penuh. Yang namanya manusia kan memang membutuhkan benda-benda untuk hidup, jadi nggak mungkin melarang kita untuk nggak nyampah sama sekali. Tapi kita bisa mengurangi jumlah sampah dan memperpanjang jarak antara pembuangan sampah yang satu dengan yang selanjutnya. Dan rasanya puas juga kan, kalau sudah berkarya dan menggunakan karya sendiri?

Semua bahan-bahan yang digunakan benar-benar sisa, misalnya brosur atau selebaran yang sudah dibuang orang, majalah bekas (yang kadang-kadang nemu tergeletak begitu saja di atas bangku di ruang umum), bungkus teh kotak atau minuman kotak lainnya, bungkus permen, kopi instan, indomie, dll, kain perca potongan kaus (biasanya disebut majun), bekas contoh warna cat, kardus bekas (kalau tidak layak untuk dijadikan kotak kompos (misalnya sudah banyak lubang, atau terlalu ringkih), bekas undangan pernikahan (biasanya bahan yang digunakan untuk undangan kan bagus-bagus nih, seperti kertas kalkir, kertas glossy, dll), bekas tabung obat, dan bekas strip obat tablet/kapsul (yang sering disebut blister pack).

Bola-bola meteor, manik-manik, mote-mote dan kerang-kerangan
Berawal dari Uci yang belajar bikin bola-bola meteor dari anak-anak Sanggar Ciliwung, akhirnya kami tertular demam membuat bola-bola meteor. Asalkan punya kertas, kita sudah bisa membuat bola ini. Tidak perlu gunting dan tidak perlu lem (tentu saja kalau mau lebih rapi ya memang menggunakan alat pemotong dan alat perekat). Tapi tidak harus loh. Kertas bisa dari apa saja, kertas brosur, bekas majalah, tag panitia (yang dari bahan karton itu), atau bahkan dari bungkus permen dan makanan ringan. 

 

Kertas dibuat menjadi bentuk bujursangkar (semakin kecil kertasnya, semakin kecil pula bola yang dihasilkan), setelah dilipat a la origami, disusun-susun sehingga membentuk suatu benda tiga dimensi. Kalau bersisi lima, jadilah bola meteor; kalau bersisi tiga atau dua, jadilah mote-mote yang bisa dirangkai menjadi kerai, pembatas ruangan, perhiasan (misalnya kalung atau gelang)atau hiasan apa saja.

Membuat kerang-kerangan juga mudah, tetapi membutuhkan gunting (atau pisau cutter), dan lem atau selotip. Kertas dipotong kecil panjang dan membentuk segitiga sama kaki yang panjang. Setelah itu, dipilin dari bagian alas segitiga sampai akhirnya ke puncak segitiga. Lem. Jadi deh… Dikumpulkan yang banyak, lalu dirangkai.

Saya sudah membuat beberapa bola besar, dan sekarang sedang membuat mote-mote yang banyak untuk dijadikan hiasan (kalau di gambar, mote itu yang ada di dalam plastik). Media yang digunakan untuk pembuatan adalah: kertas bekas brosur dan selebaran, kertas majalah, kertas pembungkus rim fotokopi (biasanya kalau beli kertas fotokopi satu rim gitu kan ada pembungkusnya tuh, yang warna merah, atau ungu, atau hijau, yang agak glossy/licin), juga bungkus permen karet (dari plastik), juga bekas katalog kalender tahun lalu.

Tatakan makan, keset, atau apa saja
Di dekat kantor dan di dekat tempat teman saya ada beberapa produsen kaus oblong. Kalau membuat kaus pasti banyak ‘limbah’ potongannya, bentuknya biasanya agak lonjong atau membulat. Oleh teman saya dikumpulkan dan dijahit melingkar. Kalau lingkarannya kecil, dijadikan tatakan makan atau tatakan penanak nasi, kalau lingkarannya besar dijadikan keset.
 

 

 
Kain itu juga bisa ditumpuk menjadi cempal dapur, atau pelapis (bagian dalam) dari tas atau dompet. 

Kipas Teh Kotak
Di mana-mana yang ada anak-anak dan sekolahan, sepertinya banyak ditemukan bungkus teh kotak atau teh wangi, atau jus buah-buahan. Di rumah teman saya pun banyak yang seperti itu. Sebelum kotak Tetrapak tersebut masuk ke tong sampah, diambil dulu oleh dia dan diubah menjadi kipas. Lumayan, kipasnya wangi Teh.

Kotak yang sudah dikumpulkan (dan dipilih yang masih bagus dan layak) di gunting ujung-ujungnya dan dibilas dulu supaya tidak lengket dan tidak menjadi ajang ngumpul-ngumpul semut satu RT. Setelah itu, digunting sesuai dengan pola, dan di’ikat’ menggunakan eyelet.
 

 

Pembatas Buku
Ini adalah hal yang paling lazim dilakukan kalau mempunyai kertas yang agak tebal dan gambar-gambar yang menarik. Dulu waktu saya masih sekolah, membuat pembatas buku dan menjualnya menjadi tambahan uang jajan dan uang tabungan.

Tapi kalau tidak punya gambar menarik? Apabila gambarnya tidak menarik, tetapi warnanya bagus (misalnya di majalah itu latar belakang tulisan artikel kan warna-warni), warna tersebut bisa digunakan juga loh. Sayat kertas tipis-tipis seperti bakmi atau spageti, lalu diatur di atas kertas tipis sehingga membentuk barisan warna-warni. Lapisi dengan kertas polos yang sudah dilubangi dengan motif macam-macam (bisa dengan menggunakan bagian belakang brosur, atau kertas apa saja). Laminating.

Kebetulan pula di rumah banyak strip obat yang sudah kosong, dan bagus sekali digunakan sebagai hiasan. Gelembung-gelembung dari plastik yang tadinya isinya tablet atau kapsul itu, bisa digunakan untuk menyisipkan pernak-pernik atau apa saja dan bisa menjadi alternatif hiasan. Kalau bentuk gelembungnya bulat (kalau Panadol kan lonjong tuh), bisa dimasukkyan potongan kertas berwarna hitam, jadilah mata untuk prakarya buat boneka. Nggak usah beli lagi kan? Hemat dan unik.

Lubangi kertas sesuai dengan besar ‘gelembung’ tersebut, dan sisipkan gelembung melalui lubang tadi. Masukkan pernik kecil atau potongan kertas ke dalam gelembung tersebut, tutup bagian belakang gelembung dengan karton tipis. 

 

Sampahku bisa dipakai
Kebetulan pula ada teman yang berprofesi sebagai perancang busana. Dia berbaik hati membantu menciptakan berbagai macam pakaian dari bahan sampah. Dari bungkus kopi instan, adonan jeli, creamer, dan gula jadilah pakaian hujan seperti baju astronot, lengkap dengan tutup kepala (lebih lucu sih kalo dari bahan bungkus pelembut atau deterjen, tetapi karena bahannya terlalu tebal, jadi agak susah untuk membalik setelah dijahit).

Caranya, bungkus-bungkus itu dikumpulkan dan dijahit sehingga menjadi "kain", misalnya 1x1 meter. Kemudian kain ini ditempelkan pada pola dan digunting sesuai pola. Jahit seperti menjahit kain lain pada umumnya. Supaya rapi, dalamnya diberi furing. Jas hujan ini juga menggunakan ritsleting di bagian depannya.

Selain jas hujan dari bahan bungkus kopi, juga ada jaket dari bekas payung. Payung yang sudah rusak atau patah yang tidak bisa ditolong lagi, dilepaskan penutupnya dan dijahit. Sisa potongannya juga masih dapat digunakan untuk membuat dompet. Supaya lebih menarik, diberikan bordir dengan benang kontras. 

Jika mempunyai sikat gigi yang sudah tidak dipakai menyikat lagi, sikat ini ternyata masih bisa dijadikan asesoris loh. Setelah bulu-bulu penyikatnya dibersihkan, batang sikat dipanaskan, dibengkokkan dan dijadikan gelang dadakan deh!

Ada sikat gigi, tentu ada pastanya. Bekas pasta gigi bisa dijadikan tempat pinsil juga loh. Potong bagian atas bekas pasta gigi, dan bersihkan bagian dalamnya. Jahit (atau sambungkan) satu sisi dari bagian atas itu ke sisi bawah, dan tempelkan velcro atau kancing jepret ke bagian satunya lagi. Atau kalau memang rajin, gunakan ritsleting. Atau untuk di kantor/ditempel di kulkas, pasang magnet atau penempel lain. Hias kalau perlu.

Masih banyak lagi hal-hal yang dapat dibuat dari sampah di sekitar kita. Sebelum membuang, pikirkan dulu apa yang mungkin bisa digunakan. Kalau kita tidak bisa, mungkin bisa berkoordinasi dengan guru ketrampilan di sekolah-sekolah dasar yang mungkin membutuhkan sisa-sisa yang tampak sepele ini. Hehehe…  

Catatan Terkait:
Membuat mangkok dari kertas
Membuat dompet dari kertas



18 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://blogsampah.blogsome.com/2007/08/29/satu-bulan-berprakarya/trackback/

  1. Hi, salam kenal… Keren banget idenya. Boleh gak saya liat cara bikin dan minta diajarin caranya. Thanks

    Hi! Salam kenal juga. Terima kasih ya udah berkunjung. Boleh dong.. Semoga bulan November (yang tinggal beberapa hari lagi) bisa mulai masukin beberapa tutorial-tutorial bikin prakarya. :D Maklum bulan-bulan ini lagi sok sibuk nih. Hehehe.. Trims ya udah berkunjung.

    Comment by anita — 26.10.2007 @ 9:51 am

  2. hi… gw seneng baca prakarya nya
    gw bisa minta no kontak nya ga?
    gw tertarik buat nulis ttg prakarya itu
    kontak gw ya di [ph.number]
    gw tunggu ya… tks alot

    Hi! Wah senengnya kalau isi blog ini bisa menggugah Icha untuk berkarya. Nggak ada yang susah kok, semuanya mudah (yah, cocok dikerjakan juga oleh anak-anak SD). Hehehe. Oh iya, Icha kalau ada ide atau karya-karya menarik, boleh juga dikirimkan ke sini, supaya mendorong yang lain juga untuk semakin berkarya.

    Trims banget lho udah datang berkunjung.

    Comment by icha — 6.11.2007 @ 8:20 am

  3. wah wah wah…
    keren keren keren
    maw donk cara bikinnya!!

    Comment by fifi — 1.12.2007 @ 4:29 am

  4. KEREN BANGET!!!
    boleh dicoba neh di rumah
    thxs banget!!

    Hai hai! Thx yaaa sudah mampir
    oiya, kalau misalnya berkenan, sharing-sharing dong hasil karya daur ulangnya :)

    Comment by VI2D — 2.03.2008 @ 7:48 am

  5. aku suka banget ama karya2nya…mau tau dong kalo tempat pasta gigi khan rada susah dijahit, kalo dilem pake lem apa yah?atau di press yah..mohon bantuannya yah..

    Di lem biasanya sih pake lem super ya, atau dianyam, atau pake selotip transparan ajah sih. Atau dijahit. Kalau dijahit, apalagi pake benang yang agak kaku atau tebal, jadinya keren lho

    Comment by aji — 10.03.2008 @ 1:49 pm

  6. hi..
    g sk ma bola2 meteornya.lucu
    bs minta penjelasan bikin bola meteor ga?
    soalnya cara2 yg diatas kurang jelas
    buat tgs 3D nih..dr barang2 bekas jg..
    tolong bantuannya..^^
    bles ke email g secepatnya yah
    thx

    Hai Maria, balasannya sudah saya kirimkan ke emailnya Maria ya.
    Semoga berhasil!

    Comment by maria — 13.05.2008 @ 7:25 am

  7. Saya tertarik nih buat bola2 meteor, cara detilnya gimana ya, yg di atas kurang jelas, thanks ya

    Nely

    Comment by Nely — 15.05.2008 @ 8:58 am

  8. hai,lam kenal ya.lngsng aja nich,bisa minta tlng cara buat bola meteornya g? msh bingung nich,please dikirim k email ya.Tx b4 n after.

    Comment by i3n tulipe — 15.07.2008 @ 9:33 am

  9. wah..keren banget!!!

    Comment by rizna — 26.08.2008 @ 4:38 am

  10. boleh donk minta cara membuat keset dari limbah pabrik garmen. klo bisa sich kirim ke email aku aja yach. thx

    Comment by yuli — 21.10.2008 @ 7:06 am

  11. Qreenn..salut..bagus-bagus bgt ide n kresinya.. ^^
    Aku suka bgt prakarya, mau dunk, blajar bikin bola meteornya..
    tolong kirimin cara detilnya yah! mkasi..

    Comment by Ratna — 21.10.2008 @ 9:57 am

  12. hi lam kenal ya…, aq suka banget ma bola meteornya..
    bisa dikirim cara detail buatnya ga? kalo boleh tolong kirim ke email aq ya.. thanks be4…

    Comment by tia — 24.12.2008 @ 1:08 am

  13. bola2 meteornya imoet d, boleh dong minta detilnya. tolong dong share ke email g ya, thanks ;d

    Comment by nina — 6.02.2009 @ 11:42 am

  14. hai-hai gila nich keren bngetzz….!!! tapi cara bwt na rumit ga cieh,,,??! n’ bola-bola meteor nich keren jga bwt hiasan kamar gw….!!! mkach bnet yeah…….!!!

    Comment by kristy — 18.02.2009 @ 12:40 am

  15. Jelasin doung Cara -cara nya membuat prakarya daur ulang yg lbh mnarik n mudah..

    Comment by Rose — 10.04.2009 @ 7:30 am

  16. Wah,kreatif banget!!!
    Aku mau donk cara membuat keset?

    Comment by Intha — 14.05.2009 @ 9:21 am

  17. Wah, salut bgt ma karyanya. Tertarik nich ma bola meteornya, bsa dkrmin detail gag k email sya. Thanks b4.
    Caiyo truz.

    Comment by Ariez — 13.10.2009 @ 4:30 am

  18. Bagus bgt semua ide nya. Sy mau dong diajari/ di infokan ttg pembuatan tas dr bks kopi sacset. Dmn bs belajar nya? Jg bikin kompos. Ada tmn sy yg bs tp dia gak mau ngajarin, dia cm mau bikinin tas nya aja trus jual nya mahal bgt. Pdhl sy pingin bgt belajar bikin nya. Buat ngajarin anak2 dan tmn2 sy. Tlg info in ke e-mail sy aja ya. Trims..oh ya ikutan green festival lg 5-6 des 09 gak?

    Comment by Ika wardhono — 5.11.2009 @ 7:09 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.