Biofuel vs. 3R+1R

18.08.2007
kategori: curhat, teori, berita

Mungkin sudah banyak yang tahu apa biofuel itu. Mungkin sudah banyak juga yang tahu apa itu 3R+1R (Reduce, Reuse, Recycle dan Replant). Dari keduanya, mungkin yang paling nggak sulit adalah menggunakan bahan bakar ramah lingkungan semacam biofuel tadi. Bahkan ada beberapa orang, termasuk beberapa yang saya kenal merasa penggunaan biofuel adalah alternatif dari melakukan gerakan 3R+1R. Mungkin ada yang beranggapan begini: buat apa 3R+1R, toh saya sudah pake biofuel. Kontribusi saya pada lingkungan sudah cukup besar.

Akan tetapi sekelompok peneliti dari Inggris Raya menyimpulkan bahwa penggunaan biofuel, atau bahan bakar alternatif yang sepertinya, belum tentu efektif untuk mengendalikan emisi karbon serta menyelamatkan lingkungan. Menurut mereka, penanaman kembali, pelestarian habitat, penataan kembali gaya hidup, dan dengan sendirinya kegiatan 3R+1R itu adalah pilihan yang lebih baik.

Lahan yang Terbatas
Tanah bukanlah komoditas yang tanpa batas, karena untuk menanam tumbuhan perlu tanah yang cocok, tidak semua tanah dapat digunakan untuk bercocok tanam. Bila nanti penggunaan biofuel sudah semakin meluas dan memasyarakat, tentunya membutuhkan lahan untuk menanam tanaman yang dapat diolah menjadi bahan bakar, seperti palawija, jenis tanaman rumput, dan sawit.

Para peneliti menganggap bahwa daripada menggunakan lahan kosong untuk menanam tanaman seperti itu, lebih baik lahan tersebut digunakan untuk menanam pohon-pohon dan memperluas wilayah hutan. Menurut penelitian mereka, pohon-pohon dan hutan memiliki kapasitas penyerapan CO2 yang lebih tinggi dibanding dengan penyerapan CO2 oleh tanaman palawija ditambah penghematan emisi dengan menggunakan biofuel.

"…forests could absorb up to nine times more CO2 than the production of biofuels could achieve on the same area of land.

"The growth of biofuels was also leading to more deforestation, they added."

Dengan menanam kembali hutan, dan bukannya mengosongkan lahan untuk menanam tanaman bakal biofuel, kita bisa mendapat banyak keuntungan sekaligus: (1) tingkat penyerapan CO2 yang lebih tinggi, (2) memudahkan perolehan lignoselulosa, (3) melestarikan habitat flora dan fauna yang terancam punah.

Penataan Ulang Gaya Hidup
Membeli kendaraan ramah lingkungan mungkin lebih mahal daripada membeli kendaraan "biasa". Membeli bahan bakar alteratif mungkin lebih mahal dan lebih jarang bisa ditemukan daripada bahan bakar konvensional. Akan tetapi, mungkin ada yang beranggapan bahwa mengeluarkan uang masih lebih mudah dibandingkan dengan mengurangi konsumsi dan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor (reduce), lebih tidak reseh dibandingkan dengan menggunakan kembali (reuse), dan lebih tidak sulit dibandingkan dengan mengolah kembali (recycle). Dan mungkin jauh lebih murah dan lebih gampang daripada menanam kembali (replant — karena pohon yang sudah ditanam itu juga masih harus dirawat). 

Biofuel tidak meniadakan emisi sama sekali, hanya mengurangi sedikit. Walau mungkin lebih bersahabat daripada bahan bakar konvensional, pembakaran biofuel baik ketika sedang digunakan atau sedang diproduksi masih mengeluarkan CO2, sebagaimanapun kecilnya. Jadi jika ingin mengurangi emisi CO2, jangan gunakan kendaraan biofuel untuk pergi ke warung di depan rumah, tetapi berjalanlah saja. Atau, jangan gunakan kendaraan biofuel untuk pergi ke pasar swalayan jika ada layanan transportasi umum yang baik untuk pergi ke sana. Misalnya lagi, daripada menggunakan kendaraan biofuel untuk pergi ke pusat kebugaran, bagaimana jika naik sepeda ke sana?

Tujuan utama pemerintah dan masyarakat dunia adalah mengurangi penggunaan bahan bakar dalam bentuk apapun, bukannya mencari alternatif bahan bakar. Oleh karena itulah, penataan gaya hidup masih harus tetap dilakukan. 3R+1R tetap harus diutamakan, dan penggunaan biofuel, bioproducts, dan bio-bio lainnya adalah penunjang — penunjang yang sangat penting malah.



1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://blogsampah.blogsome.com/2007/08/18/biofuel-vs-3r1r/trackback/

  1. hi..’lam kenal ;-P. nice blog
    oot, butuh saran. saya harus menghancurkan dokumen gambar kerja [berbahan sephia, blueprint & kalkir], size vary A1 ~ A0, kira2x 5kwintal. paling gampang adalah… dibakar. tapi…apa punya informasi, bisa dibuat apa benda sebanyak ini tanpa harus kotori udara? terimakasih lho

    Hai! :D Terima kasih atas e-mailnya juga ya. Sendiri juga bingung sih, apalagi kalo rahasia begitu. Banyak lagi ya? Hihihi. terima kasih sudah menemani diskusi di e-mail mengenai kertas blueprint ini. Semoga nanti kalo ada info lebih jauh, bisa aku kabari juga. Terima kasih sekali loh :D

    Comment by nd13 — 27.09.2007 @ 10:36 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.