Tacchan: Minggu Kedua
Dua hari tidak membuka tutup Tacchan, rasanya seperti dua hari telah menelantarkan seorang anak ya? Sekarang aku ngerti juga perasaan emakku kalau dua hari saja tidak dengar kabar dari anaknya. Dag dig dug. Apa jadinya dia ditinggal dua hari.
Jadi ceritanya, akhir pekan kemarin, Tacchan tidak dibuka sama sekali, tidak diberi sampah sama sekali. Cuma pengen tau aja, bakterinya masih pada rajin atau sudah cuek semua. Cuma pengen tau, apakah kalau didiamkan dan tidak diubek-ubek, hasilnya akan lebih cepat…
Syukurlah ketika dibuka, sudah banyak yang berubah warna menjadi coklat mirip warna kompos yang sudah jadi. Ah, ternyata kehebohan minggu lalu seperti sudah sirna begitu saja.
Hari ini Tacchan mendapat makanan banyak sekali. Seikat kangkung busuk hibahan dari dapur seseorang, juga kol dan apa itu satu lagi… ijo-ijo juga deh. Dicacah, ditambahi bumbu bangkai nyamuk. Dimasukkan ke dalam Tacchan.
Ah, sepertinya perjalanan sudah mulai memulus. Fyuh.
ada skrinsut gak hen?
Comment by andriansah — 7.08.2007 @ 11:12 am
Eh punya blog (lain) lagi….bermanfaat pula.
NB: santai aja kalo ga bisa cara jawa, yg penting kan dimengerti
Comment by Hedi — 8.08.2007 @ 8:13 am
test test
Comment by elmogran™ — 8.08.2007 @ 9:26 pm