Takakura Tanya Jawab, bagian 1
Karena baru pertama banget bikin kompos, saya punya banyak pertanyaan dan mengalami berbagai kepanikan, khususnya di hari pertama dan hari kedua. Untungnya, hari ini aku ketemu dengan beberapa teman yang bisa sedikit menenangkan hati. Fyuh. Jadi, apa yang mereka katakan, saya rangkum di sini. Kalau ada kesalahan informasi di sini, berarti salah saya, bukan salah mereka. Hehehe. Jadi monggo dibantu dibenarkan ya.
T: Itu bantal sekam taronya di mana? Di luar kardus atau di dalam kardus?
J: Kalau menurut di sini dan di sini, bantal sekamnya ditaroh di dasar keranjang, sebelum kardus dimasukkan. Lebih jelasnya begini:
Tapi, karena saya teh meuni pelit pisan, nggak mau beli keranjang plastik dan langsung pake kardus, maka jadinya begini:
Katanya, ini juga bener. Tapi, sebaiknya kardus ini dilapisi kardus lagi (biar dobel kuatnya), karena kan bakterinya rajin mencerna nggak cuma sampah tapi juga sisi kardus. Bantal sekam tetap di dalam gitu.
Jadi dua-duanya bener… Syukurlah. Oh iya, itu selotip, boleh dipasang nanti kalau sudah mulai penuh saja, atau mau dipasang dari awal juga nggak apa-apa. Aku masih belum pasang selotip, supaya kardusnya bisa nutup dengan mudah (dan belum penuh). Hehehe. Mungkin di hari keempat atau kelima sudah harus pasang selotip.
T: Waktu menggali lubang di dalam tumpukan kompos untuk menimbun sampah, kayaknya kedaleman, sampe nyentuh bantal sekam.
J: Nggak apa-apa. Toh, besok kan juga diaduk kembali. Asal jangan sampe ngebolongin kardusnya ajah. Hehehe.
T: Biji yang kemarin tertimbun di dalam kompos itu… bisa tumbuh?
J: Secara teori, bisa! Apalagi kalau lingkungannya tepat. Sebenarnya biji itu kemarin kan masuk ke lingkungan yang bagus gizinya dan lumayan ada kadar air ya? Apalagi kalau ternyata sampahnya terlalu basah (atau komposnya terlalu basah), biji bisa aja tumbuh menjadi tunas. Dan akhirnya Tacchan bukan lagi jadi keranjang Takakura, tapi jadi penyemaian apel. Akan tetapi, kalau komposnya terlalu kering, bijinya nanti mati kehausan.
Lebih mungkin lagi,biji memang di awal-awal tampat bertunas, tapi lama-lama mati karena overdosis gizi. Makanya, sesuai dengan catatan yang di sini, campurannya harus rata: 1 bagian kompos, 1 bagian pasir halus, dan 1 bagian… euh. lupa.
[dilanjut ke bagian kedua]
Bagus sekali blognya… bermanfaat untuk menyebarkan kebaikan dalam mengelola sampah… saya copy mentah yah tulisannya…..
http://olahsampah.multiply.com/journal/item/11/Keranjang_Ajaib_Takakura_
Comment by Tigor Panggabean — 29.10.2007 @ 6:01 am
mbak yg baik… minta ijin dong aku pake gambar ilustrasi keranjang sampahnya. Mau aku tampilakn di majalah kantor. Boleh yah… saya modifikasi.. gambarnya lucu dan menarik…
Comment by Tigor Panggabean — 20.11.2007 @ 3:51 am
hasil modifikasi aku simpan disini. http://www.slide.com/s/MIuXo_G8tT-agnJX0B_zQeiBfoEyv6Hu
Comment by Tigor Panggabean — 20.11.2007 @ 3:53 am