Tacchan: Hari Ketiga
Hari ini Tacchan, nama yang kuberikan pada kotak komposku, genap berusia tiga hari. Tacchan sudah mulai besar penuh. Dan sayah pun sedikit demi sedikit mulai tidak pesimis lagi. Maksudnya, mulai pasrah. Pasrah aja deh si Tacchan mau berubah jadi apa. Huhuhu.
Hari ini tidak begitu banyak kepanikan. Hanya ada beberapa hal kecil sajah. Seperti… misalnya kemarin saya bilang buah pir itu basah. Tetapi jika pir itu basah maka buah tomat itu bagaikan air bah! Owalah! Untung sampah daun kering lagi banyak, jadi untunglah. Sampah daun kering bisa jadi pengganti serbuk kayu. Tugasnya kurang lebih kan sama tuh. Apalagi kalo udah kering banget sampe bunyi kriuk-kriuk.
Hari ini, Tacchan juga kebagian protein hewaninya yang pertama. Nggak banyak sih. Cuma beberapa ekor nyamuk. Korban nyamuk jatuh ketika nyamuk sadis itu ngerubung sekeliling sayah yang lagi mencacah. Ciat! Ciat! Tepok sini Tepok sana. Akhirnya nyamuk pun mati dan banyak yang jatuh secara tidak disengaja ke dalem kaleng penampungan cacahan. Hmm… udah sulit untuk diambil lagi. Kan nyamuk kecil (ceritanya ngeles). Yah, semoga tidak berakibat buruk pada Tacchan. Semoga di perut nyamuk itu tidak ada bakteri berbahaya.
Sebenarnya, salah satu yang bikin sayah agak tenang dan tidak panikan lagi adalah bahwa tadi sempet ketemu beberapa dua teman yang lebih ngerti soal kompos dari saya. Kedua-duanya adalah murid fakultas biologi… ini fakultas apa jurusan? Memang sih mereka belum ketemu langsung dengan Tacchan, tapi saya sudah tanya-tanya, mengajukan beberapa pertanyaan, memberi gambaran seperti apa si Tacchan ini, dan mereka memberikan jawaban!
Hore! Jawaban yang sempat saya lontarkan di hari pertama dan hari kedua terjawab semuah (hampir semuanya). Jawaban yang saya dapat, nanti dibahas di posting selanjutnya yah.