pada suatu hari
kategori: curhat
Jadi, pada jaman saya masih SMP, salah seorang guru pernah melatih saya (dan kawan-kawan) supaya bisa dengan nyaman bilang, "ini dadaku, mana dadamu." Maksudnya sih supaya sebagai anak muda kami-kami itu nggak malu untuk berbuat sesuatu, apalagi hal-hal yang mungkin kurang ngetren, tapi tampaknya bagus dan berguna. Eits, maksudnya juga bukan pamer dada, tapi lebih ke membusungkan dada kayak para pahlawan jaman jadoel dulu itu. Mau melakukan sesuatu dengan bangga, nggak boleh sambil bongkok, nggak boleh sambil melipat tubuh. Nggak boleh malu.
Kata bu guru, ciyeh bu guru (bu guru masih inget sama saya nggak?), ada banyak hal yang menjadi tantangan, dan setiap tantangan itu harus dihadapi dengan baik dan dihadapi mulai dari diri sendiri. Nggak bisa yang namanya ngajak orang, tapi sendirinya nggak ngelakuin. Makanya pepatah itu bunyinya bukan "mana dadamu, nanti baru aku tunjukin dadaku."
Mulai dari diri sendiri? Wah! Ini yang repot. Suka kadang-kadang males sih. Apalagi aku gitu loh, yang tiga hobi terbesarnya adalah tidur, tidur, dan tidur. Grooook.
Jadilah beberapa waktu yang lalu, kena kebagian dapet tugas memperhatikan lingkungan, dan nggak susah-susah juga sih sebenernya. Nggak harus nemuin mesin disel ramah lingkungan, nggak disuruh bikin percetakan kertas daur ulang. Nggak disuruh jadi aktivis lingkungan yang harus kemping di Bantar Gebang (huwa! Mengendus truk sampah lewat aja rasanya udah kayak kiamat mini, apalagi ke Bantar Gebang?).
Nggak susah. Tugasnya, ‘cuma’ disuruh memilah sampah, ‘cuma’ disuruh bikin kompos dari sampah, dan dapur, dan ‘cuma’ di rumah sendiri nggak usah sampe ke propinsi tetangga.
Nah karena disuruh diberi dorongan itulah, blog ini dibuat. Dipake untuk menelusuri petualangan saya untuk jadi pemerhati lingkungan yang lebih baik. Sebaik apa sih? Supaya apa? Yah, salah satunya adalah supaya saya bisa bilang, "ini loh sampahku, mana sampahmu?", agar suatu hari bisa mengubah sampah menjadi berkah. Hore!
Ya, ya, namanya mimpi ya. Semoga nggak akan pernah bosen. Hohoho.. Saya kan orangnya bosenan. Adoeh, satu lagi yang harus diubah?
Pertamax?
Comment by Alex Budiyanto — 1.08.2007 @ 4:48 am
Hai, salam kenal
Duh seneng banget deh bsa kenal dengan orang yg peduli lingkungan…. Aku harap makin lama makin banyak orang yg makin peduli lingkungan..
Informasi nya bagus banget, smangat yah
Comment by Cika — 11.07.2008 @ 3:38 pm
Halo…..perkenalkan, saya Yane. Saya bekerja di stasiun TV, DAAI TV. Saya adalah tim kreatif dari salah satu program di DAAI TV. Programnya bertajuk “House N Living”. Program ini mengangkat cara-cara berkrearsi dari bahan-bahan yang ada di rumah, alias daur ulang. Disalah satu segmen juga ada tips-tips rumah tangga agar kita berhemat dan cinta lingkungan. Nah saya lihat blog anda dan tertarik dengan kreasi anda. Kalau diijinkan, saya ingin mengundang anda untuk menjadi tamu diacara saya. Jika berminat, tolong hubungi saya di 0818654246 / 6123733.
Thanks
Comment by yane — 5.11.2008 @ 9:12 am
hai, salam kenal..blog nya bermanfaat..
kalu sempat mampir juga ke blog aku yah..
Http://bandarsampah.blogdetik.com
Comment by ritapunto — 10.01.2009 @ 4:17 pm
likes thiss. mana nih updatetannya? ngepost lagi donk
? seneng deh nemu orang yang bener2 peduli lingkungan kaya kamu. btw, tinggal di daerah mana? kebetulan saya dari teknik lingkungan dan concern juga sama permasalahan sampah. terutama di indo. jd seneng banget bisa nemu blog bgini. keep up the spirit
Comment by Ira — 9.11.2011 @ 1:31 pm
Hxing4 The designer Kors then branched out into accessories including Michael Kors Handbags. He never lost focus
on his American chic styling. Some of his most notable collections include the Michael Kors Totes, Michael
Kors satchel and the Designer Kors clutches and small bags.
Comment by Cheap Supra Shoes — 11.04.2012 @ 1:48 am