Pilah-memilah. Karena siapa tau…

20.04.2010
kategori: curhat, praktek, sharing, kumkum2010

"Mbak, boleh pinjam bolpennya?" tanya perempuan itu sambil menunjuk marker yang ada di tangan saya.

"Oh, boleh boleh," jawab saya seraya menyerahkan marker yang dimaksud. "Markernya agak tebel, nggak apa-apa kan, ya?" (Doh, info ga penting kali ya, tapi bingung mo bilang apa lagi).

"Makasih," katanya sambil senyum sumringah. Eh daku jadi minder. Si mbak-mbak itu cakep amat ya, mana wangi (dibandingin si sayahyang udah nggak tau deh bau kringet macem apa. Eh lho, jadi curhat. Dan eh lho nggak ada skrinsyut).

Marker sudah aman di tangan kanan, dia dengan sigap meraih kertas dari dalam tempat sampah kertas. Lalu dia berbalik ke temannya, menyodorkan marker dan kertas, "Nih, tulisin nomor telepon sama email loe. Hape gue abis batre nih."

Temannya mungkin sama kagetnya dengan saya. Mungkin di wajah kami berdua kayak ketulis, itu bukannya sampah? Iya kan, ya?

Dan seperti bisa membaca pikiran, dia mengangkat kertas itu, "Ga papa, masih bersih banget kok! Tuh liat," dia bilang sambil membolak-balikkan kertas ex-brosur yang ternyata memang bersih dan masih banyak bidang putihnya. Kertas itu dia sodorkan kembali ke temannya.

Tak berapa lama kemudian, alamat email dan nomor telepon pun selesai dipertukarkan, dan marker pun balik ke tangan saya (hoho, penting ga seeh).


Memilah di Kumkum
Hal ini terjadi di wing kanan lobby Museum Bank Mandiri, pada hari kedua acara Kumkum tepat di depan sederet kardus-kardus setinggi pinggang orang dewasa.

Hari itu, seperti kemarinnya juga, memang banyak kardus berlapis trashbag hitam yang dideret-deret berkelompok di setiap sudut museum, setiap kardus punya peruntukannya sendiri-sendiri: kertas, plastik-kaleng-tetrapak, non-daur ulang, serta organik (khusus area bazaar makanan).

(more…)



Sumpah, Belum Lupa

21.01.2009
kategori: curhat

Setelah bolak-balik lihat arsip, dan konfirmasi ulang ke halaman depan, ternyata sudah hampir 5 bulan saya sukses nyuekin blog ini. Seperti kata teman saya, "Udah setahun nih blognya nggak apdet, udah mati, ya?" Iya juga, ya. Bahkan sampai sempat bengong karena lupa password untuk blog ini (padahal dulu sambil merem juga bisa ngetik username dan passwordnya).

Tapi, nggak kok, saya belum lupa, cuma belum nemu waktu yang tepat dan cukup panjang untuk menulis sesuatu yang, walaupun berbicara tentang sampah, tapi bukan sampah.

Selain sibuk di pekerjaan (yang ini mah tidak akan pernah ada habisnya), saya juga mulai sesuatu hal yang bener-bener sama sekali baru untuk saya: mendampingi anak-anak usia sekolah menengah dalam kegiatan ekstra-/intra-kurikuler daur ulang anorganik. Sibuk di sini lucu, karena anak-anak itu amat sangat kreatif sekali, dan saya harus banyak belajar di waktu senggang yang saya punya supaya nggak kelihatan bego-bego amat. :( Kan kasihan mereka, kalau ternyata kakak pendampingnya cengo’ kalo ditanya apa-apa tidak ngerti.

Di sisi lain, saya jadi dapet banyak sekali inspirasi dari anak-anak muda bangsa yang kreatif ini (ciyeh), jadi bahan untuk ngeblog sebenernya banyak (dun wuri™). Banyak foto-foto hasil karya mereka yang bisa dengan bangga saya pamer di sini. Bangga bukan karena saya yang bisa, tapi bangga karena saya diberi kesempatan untuk kenal mereka. 

Jadi, mungkin sampai di sini curhatnya :D Semoga selanjutnya saya akan bisa posting beneran.



Yagitudeh: Bergadang dengan kopi, berkebun dengan kopi

25.08.2008
kategori: curhat, teori, praktek, kompos

Sepertinya udah lama banget yah, saya membuat blog ini jadi blog yang terbengkalai. Salah satunya karena sibuk, salah satunya karena saya yang terlalu sering "tar-sok-tar-sok" (artinya entar, besok, entar, besok) — ditunda-tunda. Akhirnya sehari jadi seminggu jadi sebulan. Em… tapi…

Sibuk antara pekerjaan kantor, tugas negara, pekerjaan sampingan, akhirnya berbuah menjadi banyak kopi juga. Ampas kopi yang menggunung karena ternyata saya sudah tidak bisa lagi bergadang tanpa kopi (dulu masih bisa, minum air saja, sekarang udah tua kali ya?). Sekarang kopi dan teh jadi teman setia. Berlayar dengan Kapal Api, berburu Singa, minum kopi dari Bali, Bengkulu, Bandung… semua dilakukan dari sebuah ruang kecil di Jakarta.  

Apa yang bisa dilakukan dengan kopi yang banyak itu? Sebenarnya saya mulai mengetahui kalau bubuk kopi itu baik untuk berkebun sejak beberapa bulan yang lalu, tapi belum sempat (males sih sebenernya) untuk praktek dan ngumpulin (memang, kebiasaan buruk buang-buang masih sering juga).

Jadi apa saja yang bisa dilakukan dengan kopi?

Kopi, sumber nitrogen yang baik
Menjaga keseimbangan antara karbon dan nitrogen dalam sebuah kompos adalah wajib. Kebanyakan dari sampah organik adalah sumber karbon, dan kadang-kadang kalau kurang nitrogen komposnya malah lama jadinya. Terlalu banyak nitrogen juga tidak baik sih, karena akhirnya "komposnya" akan mati. Tapi dengan dosis yang baik, nitrogen membantu membuat kebun bahagia. :) Salah satu sumber nitrogen yang baik… kopi!

Langsung ke kebun
Kandungan nitrogen pada lapisan tanah kebun dapat hilang apabila terlalu sering diairi (baik itu karena disiram atau hujan). Menaburkan sedikit lapisan ampas kopi sebelum menyiram atau sebelum hujan (yah ini mungkin harus rajin-rajin liat ramalan cuaca) membantu menjaga kandungan nitrogen. Takarannya mungkin sekitar 45g untuk 1m².

Kalau takut kebanyakan (kebanyakan nitrogen bisa membuat tanah terlalu asam, nggak bagus juga ya?) campur dengan bahan karbon (misalnya sisa daun yang dihancurkan, dll).

Atau, ambil sedikit ampas kopi dan larutkan dalam air supaya bisa menjadi (sumplemen) pupuk cair juga. Takarannya kurang lebih 10 gram untuk 1 liter air, kocok. Kalau airnya terlalu panas atau terlalu dingin biarkan dulu sehingga mencapai suhu ruang. Semprotkan seperti biasa.

Gunakan untuk dasar pot-pot bunga untuk menghalau berbagai jenis serangga/hewan menyebalkan :)

Masukkan ke dalam kotak kompos
Selain membuat kotak kompos menjadi agak "wangi kopi", kopi atau teh bisa membantu menyumbang nitrogen ke dalam kotak kompos. Hati-hati tapinya, jangan sampai nitrogennya kebanyakan. Untuk belajar lebih jauh mengenai rasio karbon dan nitrogen yang baik, bisa coba klik di sini.

Tautan lain:
- Coffee and Gardening @ Sustainable Enterprises
- Grounds for Gardening @ Purdue University
- Artikel-artikel mengenai nitrogen dan karbon
- Rasio C:N @ Composting 101



blog mati suri?

26.07.2008
kategori: curhat

*lirik posting terakhir blog ini*

Pertama-tama, terima kasih buat yang sudah meninggalkan komentar dan belum sempat saya respon balik. Ternyata banyak banget :(

Dan saya juga ingin minta maaf untuk yang bertanya atau minta dikirimin langkah-langkah prakarya… bukannya saya nyuek’in, tapi saya udah lama banget nggak ngecek-ngecek blog :( payah ya? kok ya bisa sampe lupa kalau ada blog ini.

 Saya janji akan membalas email-email secepatnya dan mengirimkan info mengenai prakarya selengkap mungkin. Akan saya lakukan selama dua-tiga hari ke depan ini.

Sekali lagi, mohon maaf… Nggak maksud untuk nyuekin. Bukan juga karena saya tidak ingin berbagi ilmu. Malah sebaliknya, saya pengen banget berbagi apa yang sudah saya dapatkan selama ini. Mungkin nggak banyak, dan masih banyak kekurangannya :)  

Sebenarnya ada banyak hal baru, pengalaman baru yang saya dapatkan. Saya juga ingin berbagi cerita teman-teman baru saya, yang sangat berdedikasi dan sangat inspiratif kalau sudah bicara tentang sampah. Benar-benar mereka pahlawan lingkungan hidup.

Mulai bulan Agustus saya berharap bisa berbagi lebih sering lagi (apalagi catatan terakhir blog ini, hampir 2 bulan yang lalu ya?) *bersemu*

Dan sementara saya berberes-beres draft catatan yang tersimpan di komputer saya, saya minta tolong supaya teman-teman jangan cape-capenya untuk mengkoreksi, atau berbagi pengalamandi blog ini. :) Dan kalau saya ada salah tulis atau salah informasi, mohon koreksinya yaaaa… :)  

Terima kasih! :D  



5 Juni: Hari Lingkungan Hidup

5.06.2008
kategori: berita

Semoga laen kali, setiap hari juga bisa jadi hari lingkungan hidup ya. Masa’ hidupnya cuma sehari abis itu hibernasi lagi?





«« catatan lama •